DUNIA
Tok! Iran Masukkan Militer Eropa ke Daftar Organisasi Teroris
AKTUALITAS.ID – Ketegangan diplomatik antara Iran dan negara-negara Barat mencapai titik didih baru. Republik Islam Iran secara resmi mendeklarasikan angkatan bersenjata negara-negara Eropa sebagai “kelompok teroris”.
Langkah drastis ini diambil sebagai tindakan balasan (retaliation) atas keputusan Uni Eropa yang sebelumnya menyematkan status teroris kepada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Suasana panas menyelimuti gedung parlemen di Teheran pada Minggu (1/2/2026). Televisi pemerintah menayangkan pemandangan tak biasa di mana para anggota parlemen mengenakan seragam hijau khas Garda Revolusi sebagai simbol solidaritas.
Teriakan anti-Barat menggema di ruang sidang. Para legislator serempak meneriakkan slogan: “Matilah Amerika, Matilah Israel, dan Memalukan Kalian, Eropa!”
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa keputusan ini memiliki landasan hukum yang kuat di negaranya.
“Berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang tentang Tindakan Balasan Terhadap Deklarasi IRGC sebagai Organisasi Teroris, tentara negara-negara Eropa dianggap sebagai kelompok teroris,” tegas Ghalibaf.
Menurut Ghalibaf, keputusan Uni Eropa tersebut didikte oleh tekanan Amerika Serikat dan Israel, yang menurutnya justru akan mempercepat ketidakrelevanan Eropa dalam tatanan dunia baru.
Undang-undang ini sendiri sejatinya telah disahkan pada 2019, saat Amerika Serikat pertama kali mengklasifikasikan IRGC sebagai organisasi teroris. Kini, cakupannya diperluas ke militer Eropa.
Langkah Uni Eropa memblacklist IRGC dipicu oleh tuduhan bahwa pasukan elit tersebut mendalangi penindakan keras terhadap gelombang protes di Iran yang menewaskan ribuan orang. Langkah serupa juga telah diambil oleh AS, Kanada, dan Australia.
Teheran membantah tuduhan tersebut dan balik menuding bahwa kerusuhan itu adalah “tindakan teroris” yang diprovokasi oleh asing.
Di sisi lain, situasi keamanan kawasan kian genting. Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengirimkan kelompok tempur kapal induk ke wilayah tersebut sebagai respons atas situasi di Iran. Meski demikian, Trump mengonfirmasi bahwa jalur dialog antara Washington dan Teheran masih terbuka, walau ancaman intervensi militer belum dicabut.
Hingga berita ini diturunkan, belum jelas apa dampak operasional langsung dari pelabelan “teroris” oleh Iran terhadap personel militer Eropa yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
RIAU14/08/2026 16:30 WIBTolak Berhubungan Badan, IRT Tewas Dicekik Doorsmeer
-
FOTO14/08/2026 21:45 WIB
FOTO: Presiden Prabowo Sampaikan Capaian Ekonomi saat Pidato Sidang Tahunan MPR
-
NASIONAL14/08/2026 11:00 WIBPidato Lengkap Prabowo Bongkar Rahasia 21 Bulan Memimpin
-
NASIONAL14/08/2026 11:30 WIBKetua MPR: Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa
-
EKBIS14/08/2026 09:30 WIBIHSG Merosot Jelang Pidato Prabowo
-
NASIONAL14/08/2026 09:00 WIBPrabowo Dukung Tukar Motor Bensin ke Listrik
-
DUNIA14/08/2026 12:00 WIBUEA Kecam Iran Serang Dua Kapal Minyak
-
EKBIS14/08/2026 10:00 WIBRupiah Menguat Jelang Sidang Tahunan MPR

















