DUNIA
UEA Waspadai Konflik Baru AS–Iran di Jalur Hormuz
AKTUALITAS.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali menjadi sorotan setelah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan keraguan terhadap peluang kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait stabilitas Selat Hormuz.
Penasihat diplomatik Presiden UEA, Anwar Gargash, menilai peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran saat ini hanya berada di level “50:50”.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional yang kembali memanas sejak konflik terbaru di kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir.
Gargash memperingatkan bahwa negosiasi yang hanya berujung pada gencatan senjata tanpa solusi jangka panjang justru berpotensi menanam benih konflik baru di masa depan.
“Negosiasi yang hanya bertujuan mencapai gencatan senjata tetapi menanam bibit konflik baru bukanlah hal yang kami inginkan,” ujarnya, dikutip dari Gulf News, Sabtu (23/5/2026).
Selat Hormuz disebut kembali menjadi titik krusial karena merupakan jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Gargash menegaskan bahwa jalur tersebut harus tetap terbuka untuk perdagangan internasional.
Ia juga menyoroti pola diplomasi Iran yang dinilai kerap kehilangan momentum akibat terlalu percaya diri dalam posisi tawar di meja perundingan.
“Para pejabat Iran telah kehilangan banyak peluang selama bertahun-tahun karena kecenderungan mereka melebih-lebihkan kartu yang mereka miliki,” kata Gargash.
Lebih jauh, Uni Emirat Arab menyebut program nuklir Iran kini menjadi perhatian utama keamanan regional, bahkan melampaui kekhawatiran sebelumnya.
Gargash mengungkapkan bahwa Abu Dhabi semakin cemas terhadap peningkatan kapasitas militer Iran, terutama setelah rangkaian konflik yang berlangsung sejak akhir Februari.
“Program nuklir Iran dulu menjadi perhatian kedua atau ketiga kami. Hari ini itu menjadi perhatian utama kami,” tegasnya.
Pernyataan ini mempertegas posisi UEA yang kini melihat stabilitas Selat Hormuz sebagai isu keamanan global yang berpotensi berdampak luas pada pasar energi dan geopolitik dunia. (Mun)
-
RIAU24/08/2026 20:30 WIBDiapresiasi Presiden Prabowo, Kapolda Riau: Fokus Kami Padamkan Api
-
DUNIA25/08/2026 12:00 WIBNetanyahu Diduga Sengaja Panaskan Gaza Demi Tunda Pemilu
-
NASIONAL25/08/2026 11:00 WIBPrabowo Perintahkan Usut 4 Korporasi di Kalbar
-
NASIONAL25/08/2026 13:00 WIBBank Mandiri Kena Serbu Netizen usai Bekukan Rekening Rp80,9 Juta
-
NASIONAL24/08/2026 20:00 WIBKarhutla Mengganas, DPR Minta Instruksi Tito Dipatuhi Tanpa Tawar
-
DUNIA24/08/2026 19:00 WIBBNPB: Malaysia dan Singapura Jangan Saling Menyalahkan Soal Asap
-
NASIONAL25/08/2026 04:00 WIBDKPP Jatuhkan Sanksi Etik ke Bawaslu Intan Jaya
-
DUNIA24/08/2026 21:00 WIBKongres AS Bongkar Dugaan Jual Beli Ampunan di Era Trump

















