DUNIA
Iran Tegaskan Tak Akan Diam Usai Serangan AS
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Iran mengecam keras Amerika Serikat (AS) setelah militer AS dilaporkan melakukan serangan ke sejumlah target di wilayah Iran, termasuk situs rudal dan kapal di Iran bagian selatan. Teheran menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku.
Kecaman tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa (26/5/2026), menyusul pernyataan Komando Pusat AS yang menyebut pasukannya melakukan operasi terhadap kapal dan fasilitas yang diduga terkait aktivitas militer Iran di kawasan Teluk.
Menurut Iran, serangan tersebut terjadi di wilayah Hormozgan dan dilakukan dalam 48 jam terakhir, di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung antara kedua negara.
“Tentara teroris AS, yang melanjutkan tindakan ilegal dan tidak beralasan sejak gencatan senjata… telah, dalam 48 jam terakhir, melakukan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata di wilayah Hormozgan,” demikian pernyataan Kemlu Iran.
Teheran menegaskan tidak akan membiarkan apa yang disebutnya sebagai “pelanggaran” tanpa balasan, serta menyatakan siap membela kepentingan nasional Iran.
Di sisi lain, militer AS mengklaim serangan tersebut merupakan tindakan “bela diri” untuk melindungi pasukannya dari ancaman, termasuk dugaan peluncuran rudal dan upaya pemasangan ranjau oleh kapal Iran.
Juru Bicara Komando Pusat AS, Tim Hawkins, menyebut pihaknya tetap menerapkan pengendalian diri meski operasi militer dilakukan di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung.
Ketegangan ini terjadi di saat delegasi tingkat tinggi Iran tengah berada di Qatar untuk melanjutkan proses diplomatik yang bertujuan meredakan konflik antara kedua negara, yang sebelumnya pecah sejak 28 Februari.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa peluang kesepakatan dengan Iran masih terbuka, meski situasi di lapangan kembali memanas akibat serangan terbaru.
“Ada beberapa pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini, jadi kita lihat apakah kita bisa membuat kemajuan,” ujarnya.
Rubio menambahkan bahwa proses negosiasi masih membutuhkan waktu karena adanya perbedaan dalam penyusunan dokumen awal kesepakatan, namun Washington tetap membuka ruang untuk mencapai kesepakatan akhir. (Mun)
-
NASIONAL28/08/2026 09:00 WIBDor, Pria Berikat Kepala Putih Lepas Tembakan Pistol di Slipi
-
FOTO27/08/2026 21:03 WIBFOTO: DPR Terima Audiensi AMPB di Tengah Aksi Tuntut RUU Perampasan Aset
-
FOTO27/08/2026 22:30 WIBFOTO: PP GMH Serukan Damai dan Dialog
-
NASIONAL27/08/2026 19:30 WIBMenteri LH Ancam Sanksi Pengusaha yang Cemari Danau
-
EKBIS27/08/2026 20:28 WIBMentan Ungkap Kendala Penyerapan Telur dan Ayam untuk Program MBG
-
POLITIK28/08/2026 06:00 WIBDPR Dorong Penambahan Personel Bawaslu
-
NUSANTARA28/08/2026 07:00 WIB170 Pendaki Semeru Dievakuasi
-
RAGAM28/08/2026 08:30 WIBIlmuwan NASA: Manusia Tak Bisa Lihat Gerhana Lagi

















