Connect with us

DUNIA

Iran Janji Gempur Target Strategis Israel Selama 7 Hari Tanpa Henti

Aktualitas.id -

Ilustrasi rudal Iran serang Israel, foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan dimulainya kampanye militer bertajuk “Operasi Nasr” pada Senin (8/6/2026).

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi tersebut sebagai respons atas serangkaian serangan yang sebelumnya dilakukan Israel terhadap sejumlah target di wilayah Iran, termasuk instalasi radar.

Iran mengklaim bahwa Angkatan Udara IRGC telah menargetkan fasilitas penting di pangkalan udara Nevatim dan Tel Nof, dua lokasi yang disebut memiliki nilai strategis bagi militer Israel.

Menurut pernyataan tersebut, operasi militer tidak berhenti dalam satu gelombang serangan. IRGC menyatakan peluncuran rudal dan drone akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari kampanye yang mereka sebut Operasi Nasr.

“Gelombang rudal dan drone akan terus diluncurkan hingga musuh ditangkal dan menghentikan tindakannya,” demikian pernyataan yang dikutip media internasional.

Situasi di lapangan semakin menegangkan setelah laporan dari Tel Aviv menyebut sirene serangan udara kembali berbunyi. Sejumlah ledakan juga dilaporkan terdengar di beberapa wilayah, yang diduga berkaitan dengan aktivitas sistem pertahanan udara Israel dalam menghadapi ancaman rudal.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat serangan terbaru tersebut.

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa langkah militernya merupakan bagian dari hak membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Teheran juga menuduh Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.

Pemerintah Iran memperingatkan bahwa setiap tindakan militer lanjutan terhadap Iran maupun Lebanon berpotensi memicu respons yang lebih keras dari Angkatan Bersenjata Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Washington terkait Iran berada di bawah kendalinya.

Trump menyatakan dirinya tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan dengan Teheran meskipun ketegangan militer terus meningkat. Namun ia juga mengingatkan bahwa opsi lain tetap tersedia apabila jalur diplomasi menemui jalan buntu.

Konflik terbaru ini muncul setelah serangkaian serangan lintas batas yang melibatkan Iran, Israel, dan wilayah Lebanon. Banyak pihak kini menyoroti perkembangan situasi dengan kekhawatiran bahwa eskalasi lebih lanjut dapat berdampak luas terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Hingga Senin malam, belum ada tanda-tanda bahwa ketegangan akan segera mereda. Dunia internasional pun terus memantau perkembangan terbaru dari konflik yang kembali menempatkan Iran dan Israel di pusat perhatian global. (Mun)

Continue Reading

TRENDING