DUNIA
Ukraina Tuduh Rusia Serang Situs Nuklir Dekat Chernobyl
AKTUALITAS.ID – Ketegangan perang Rusia–Ukraina kembali memanas setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuding pasukan Rusia sengaja menyerang fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas yang berada di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, Minggu (7/6/2026).
Zelenskiy menyebut serangan tersebut sebagai tindakan “sangat keji” yang kembali menempatkan dunia pada ancaman bahaya nuklir, meski hingga saat ini tidak terdeteksi adanya peningkatan radiasi di sekitar lokasi.
Serangan itu dilaporkan menggunakan drone tempur jenis Shahed, yang dalam beberapa bulan terakhir memang kerap digunakan dalam konflik di wilayah Ukraina.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan telah menerima laporan resmi dari pihak Ukraina dan langsung mengirim tim untuk meninjau kerusakan di lokasi kejadian. Menurut IAEA, bangunan penerimaan bahan bakar yang berada hanya beberapa meter dari area penyimpanan material nuklir mengalami kerusakan signifikan.
Namun, badan nuklir Ukraina, Energoatom, memberikan klarifikasi bahwa tidak ada bahan bakar bekas yang sedang disimpan di gedung tersebut saat serangan terjadi. Api yang sempat muncul juga berhasil dipadamkan dengan cepat, tanpa adanya laporan korban luka.
Hingga saat ini, pihak Rusia belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan serangan tersebut. Moskow sebelumnya berulang kali membantah keterlibatan dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Ukraina.
Lokasi serangan ini berada sekitar 15 kilometer dari Chernobyl, situs bencana nuklir terburuk dalam sejarah dunia pada tahun 1986, yang hingga kini masih menjadi simbol risiko radiasi global.
Dalam pernyataannya di media sosial X, Zelenskiy menegaskan bahwa Rusia terus meningkatkan eskalasi serangan terhadap infrastruktur penting Ukraina.
“Ini adalah serangan terhadap infrastruktur yang sangat penting dan tindakan yang sangat keji,” tulisnya.
Sementara itu, IAEA menegaskan bahwa situasi radiasi di lokasi masih dalam batas normal, namun tetap dalam pengawasan ketat karena sensitivitas kawasan tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di sekitar fasilitas nuklir Ukraina, termasuk Pembangkit Listrik Zaporizhzhia yang juga kerap menjadi titik panas konflik antara Kyiv dan Moskow.
Dunia internasional kini kembali menyoroti risiko eskalasi perang yang berpotensi menyentuh wilayah paling sensitif di sektor nuklir global. (Mun)
-
POLITIK08/06/2026 09:00 WIBPengamat: Saatnya Prabowo Bersihkan Kabinet dari yang Tak Efektif
-
POLITIK08/06/2026 16:03 WIBPengamat Ingatkan Said Iqbal: Buruh Jangan Dijadikan Komoditas Politik
-
DUNIA08/06/2026 06:45 WIBIran Hujani Israel dengan Rudal
-
EKBIS08/06/2026 11:10 WIBMentan Amran Minta Harga TBS Kembali Normal dan 300 Perusahaan Sawit akan Diperiksa
-
NUSANTARA08/06/2026 09:15 WIB7 Wilayah di Indonesia Ini Resmi Diterjang Tsunami Pagi Ini
-
OLAHRAGA07/06/2026 21:00 WIBRachel/Febi Tembus Semifinal, PBSI Lihat Tren Positif Ganda Putri
-
RIAU08/06/2026 12:00 WIBSekolah dan Rumah Warga di Bengkalis Rusak Diterjang Puting Beliung
-
OASE08/06/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bicara tentang Laut Jauh Sebelum Teknologi Modern Ada

















