EKBIS
Bitcoin Bertahan di US$65.000, Sinyal Bahaya Muncul
AKTUALITAS.ID – Pasar aset kripto mulai kehilangan tenaga setelah menikmati reli dalam beberapa pekan terakhir. Bitcoin (BTC) memang masih kokoh bertahan di atas level psikologis US$65.000, namun tekanan jual mulai menghantam sejumlah altcoin. Fenomena ini menjadi sinyal bahwa investor mulai mengamankan keuntungan di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.
Perdagangan Kamis (23/7/2026) menunjukkan arah pasar yang semakin beragam. Di satu sisi, Bitcoin masih mampu mempertahankan dominasinya sebagai aset digital terbesar di dunia. Di sisi lain, sejumlah altcoin mulai terseret ke zona merah akibat aksi ambil untung yang kian masif.
Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$65.900, menguat sekitar 1,7% dalam 24 jam terakhir dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$1,32 triliun.
Namun, data Investing.com menunjukkan Bitcoin sempat terkoreksi sekitar 0,6% ke level US$66.004. Meski demikian, aset kripto terbesar di dunia itu masih bertahan di dekat level tertinggi dalam lima pekan terakhir setelah bangkit dari titik terendah tahunannya.
Penguatan Bitcoin belakangan ini ditopang derasnya arus dana ke ETF Bitcoin spot, yang kembali menarik minat investor institusi dan menjaga optimisme terhadap prospek pasar kripto.
Sementara itu, Ethereum (ETH) masih bergerak positif di kisaran US$1.929, naik sekitar 0,6% dengan kapitalisasi pasar sekitar US$233 miliar. Stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) juga tetap stabil di sekitar US$1, menandakan likuiditas pasar masih terjaga.
Di kelompok altcoin utama, XRP memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 2,4% ke level US$1,14. TRON (TRX) menguat 1,3% ke US$0,328, sedangkan Solana (SOL) naik 0,6% ke kisaran US$77,7.
Namun, tekanan jual mulai terasa di berbagai aset lainnya. Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu yang paling terpukul setelah anjlok lebih dari 6% dalam sehari. Dogecoin (DOGE) juga melemah sekitar 1,7%, sementara Zcash (ZEC) menjadi korban terbesar setelah ambles sekitar 10% hanya dalam 24 jam.
Tak hanya itu, Stellar (XLM) dan LEO Token (LEO) turut bergerak di zona merah, memperlihatkan bahwa reli altcoin mulai kehilangan tenaga.
Di tengah tekanan tersebut, Monero (XMR) justru tampil sebagai pengecualian. Kripto berbasis privasi itu melesat sekitar 6,6% ke level US$351,8, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik hari ini. Chainlink (LINK) juga masih mencatat kenaikan sekitar 0,8%.
Pelaku pasar kini menunggu perkembangan pembahasan RUU regulasi kripto di Amerika Serikat, yang diyakini akan menjadi salah satu penentu arah industri aset digital dalam beberapa bulan mendatang.
Di saat yang sama, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Kombinasi antara ketidakpastian regulasi, konflik geopolitik, dan aksi ambil untung membuat volatilitas pasar kembali meningkat. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas US$65.000, optimisme masih tetap hidup. Namun, derasnya tekanan jual di berbagai altcoin menjadi peringatan bahwa reli kripto mulai memasuki fase konsolidasi, sehingga investor perlu lebih cermat dalam mengelola risiko dan menentukan strategi investasinya. (Firman/Mun)
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
FOTO22/07/2026 22:00 WIBFOTO: Bangun Paulus Tudungta Jalani Sidang Dugaan Pemerasan
-
JABODETABEK22/07/2026 20:00 WIBRefly Harun Ungkap Kronologi Dugaan Pemerasan Bangun Paulus terhadap VL
-
EKBIS22/07/2026 20:15 WIBKementerian PKP Sederhanakan Persyaratan Program Bedah Rumah, Tata Kelola Tetap Terjaga
-
POLITIK22/07/2026 18:30 WIBBawaslu Kampus Connect Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 20:35 WIBSidang Dugaan Pemerasan yang Dilakukan Oknum Pengacara Ditunda hingga 10 Agustus
-
DUNIA22/07/2026 18:00 WIBMedia AS: Trump Kesulitan Lindungi 50 Ribu Tentara
-
NUSANTARA22/07/2026 14:30 WIBHeboh! Oknum Polisi Rampok Toko Emas Pakai Senjata Dinas

















