Connect with us

DUNIA

Trump Ultimatum Oman Soal Selat Hormuz

Aktualitas.id -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan gertakan perang paling brutal. Tak hanya menggempur Iran, Trump kini terang-terangan mengancam akan membombardir Oman hingga ratakan tanah jika negara Timur Tengah itu mencoba menghalangi rencananya menguasai penuh Selat Hormuz.

Pernyataan menohok itu dilayangkan Trump dalam wawancara panas bersama Fox News. Di tengah kegagalan diplomasi Selat Hormuz, Trump memasang garis keras tanpa kompromi.

“Jika Oman menghalangi, kita akan membombardir mereka habis-habisan!” tegas Trump tanpa ragu, Selasa (18/8/2026).

Desak Iran Menyerah, Trump Siap Caplok Selat Hormuz Jadi Wilayah AS

Tak hanya menggertak Oman, Trump juga melancarkan tekanan psikologis tajam kepada pihak Teheran. Melalui jurnalis Fox News Trey Yingst, Trump mendesak militer Iran untuk segera angkat tangan dari medan pertempuran.

BACA JUGA  Lobi Sukses! PM Anwar Puji Presiden Iran Lepas Kapal Malaysia di Hormuz

“Iran harus mengibarkan bendera putih tanda menyerah!” seru Trump.

Lebih mencengangkan lagi, Trump secara sepihak berencana mencaplok urat nadi minyak dunia tersebut menjadi wilayah kedaulatan Negeri Paman Sam begitu pertempuran usai.

“Setelah kita selesai mengalahkan Iran yang sedang hancur lebur, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Tidak ada kapal yang bisa melintasi perairan itu kecuali atas izin kita!” cecar Trump.

Iran Melawan: Tidak Ada Kapal Lewat Tanpa Izin Teheran!

Gertakan agresif Trump langsung memicu perlawanan keras dari armada militer Iran. Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ibrahim Zolfaqari, membantah klaim kendali penuh AS dan menegaskan Teheran tidak akan tunduk pada blokade Washington.

BACA JUGA  Minyak Dunia Terjun Bebas Usai Kabar Hormuz

“Tidak ada satu pun kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan ketat dari Iran!” gertak Zolfaqari membalas ancaman AS.

Saling ancam bom dan klaim wilayah ini kian mengunci Selat Hormuz dalam situasi darurat perang. Timur Tengah kini berada di ambang kehancuran total jika konflik bersenjata ini meledak tanpa kendali. (Mun)

TRENDING