DUNIA
Malaysia Kirim Surat Resmi ke ASEAN Gegara Asap
AKTUALITAS.ID – Gelombang kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali memicu ketegangan diplomatik di Asia Tenggara. Menanggapi racun udara yang kian pekat melintasi batas negara, Pemerintah Malaysia menegaskan akan menyeret persoalan ini ke meja diplomasi ASEAN.
Langkah ini diambil setelah sejumlah wilayah di Malaysia – terutama Negara Bagian Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan – dikepung polusi udara ekstrem yang berada pada level berbahaya bagi kesehatan.
“Menteri NRES Datuk Seri Arthur Joseph Kurup akan mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dan mitranya di Indonesia dalam waktu dekat,” tegas Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, dilansir dari New Straits Times.
Dampak ‘ekspor’ asap dari Kalimantan tidak main-main. Berdasarkan data Malaysian Air Pollutant Index Management System (APIMS) per Sabtu (22/8/2026), kawasan Serian di Sarawak mencatatkan Indeks Polusi Udara (API) fantastis mencapai 217 – masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat.
Tak hanya Serian, sedikitnya sembilan wilayah lain di Sarawak ikut megap-megap dihantam polusi beracun dengan status Tidak Sehat, di antaranya:
Sri Aman: API 186
Sarikei: API 173
Kuching: API 171
Samarahan: API 170
Sibu & Samalaju: API 156
Bintulu: API 153
Bencana asap lintas batas (transboundary haze) ini telah menjelma menjadi ancaman serius regional. Persoalan ini bahkan masuk dalam agenda krusial Konsultasi Tahunan Pemimpin Malaysia-Brunei ke-27 (ALC-27).
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim dan Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah menggelar pembicaraan intensif untuk mencari penanganan bersama atas kepungan asap yang mulai mengganggu stabilitas kedua negara.
Pemerintah Malaysia menilai mekanisme ASEAN adalah jalur paling efektif untuk menekan dan menyelesaikan tragedi tahunan ini secara sistematis.
Publik kawasan menyadari betul bahaya karhutla yang terus berulang. Bencana kelam pada 1997-1998 dan 2015 menjadi pelajaran pahit, di mana puluhan nyawa melayang dan ribuan warga di Indonesia, Malaysia, hingga Singapura harus dirawat di rumah sakit akibat krisis pernapasan berat. Kini, Malaysia menuntut komitmen riil agar trauma sejarah tersebut tidak terulang kembali. (Mun)
-
FOTO24/08/2026 11:15 WIBFOTO: Momen Budi Arie Potong Tumpeng Rayakan HUT ke-12 Projo
-
NASIONAL24/08/2026 07:00 WIBPrabowo Siap Terbang ke NTT Usai Tinjau Karhutla Kalimantan
-
NASIONAL24/08/2026 11:15 WIBSDI Bongkar Jalan Panjang Kedaulatan Indonesia
-
JABODETABEK24/08/2026 06:30 WIBSenin Ini SIM Keliling Hadir di 5 Wilayah Jakarta
-
NASIONAL24/08/2026 09:00 WIBIsu Haji Isam Koordinator Karhutla Dibantah Tegas Istana
-
NUSANTARA24/08/2026 08:30 WIB66 Ribu Warga Kalteng Terserang ISPA
-
EKBIS24/08/2026 09:30 WIBIHSG Tembus 6.544 Pagi Ini
-
NASIONAL24/08/2026 10:00 WIBBPS Ungkap Data Desil 290 Juta Warga Indonesia

















