Connect with us

DUNIA

AS Tarik Staf Kedutaan dari Arab Saudi Imbas Ancaman Houthi

Aktualitas.id -

ANCAMAN HOUTHI

AKTUALITAS.ID – Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah pengamanan dengan memerintahkan pegawai non-esensial dan anggota keluarga mereka meninggalkan perwakilan diplomatik AS di Arab Saudi. Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya ancaman dan serangan yang dilakukan kelompok Houthi terhadap wilayah Kerajaan Saudi.

Langkah tersebut menandai meningkatnya kekhawatiran Washington terhadap situasi keamanan di kawasan Teluk yang dalam beberapa bulan terakhir kembali memanas akibat eskalasi konflik regional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan keselamatan personel diplomatik dan keluarga mereka menjadi prioritas utama pemerintah Amerika Serikat.

“Kelompok Houthi yang didukung Iran semakin sering melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan ke bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya, yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil serta gangguan perjalanan yang parah,” ujar Pigott.

BACA JUGA  Turki Bersiap Bantu Saudi Hadapi Ancaman Houthi

Menurutnya, Departemen Luar Negeri AS akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi personel diplomatik yang bertugas di kawasan tersebut.

“Keselamatan dan keamanan personel Kemlu beserta keluarga mereka tetap menjadi prioritas utama kami, dan kami akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi serta mendukung mereka,” lanjutnya.

Meski melakukan penarikan personel dari Arab Saudi, Pigott membantah laporan yang menyebut Amerika akan menarik staf secara besar-besaran dari seluruh kedutaan di kawasan Teluk. Ia menyebut informasi tersebut tidak akurat.

Namun demikian, sejumlah pejabat AS mengungkapkan bahwa beberapa misi diplomatik Amerika di negara-negara Teluk lainnya juga tengah mempertimbangkan langkah serupa, terutama terkait keberadaan anggota keluarga staf diplomatik.

BACA JUGA  Turki Bersiap Bantu Saudi Hadapi Ancaman Houthi

Penarikan terbaru ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di Yaman. Konflik yang terus berkecamuk disebut telah membuka babak baru dalam dinamika keamanan kawasan dan memicu kekhawatiran akan meluasnya dampak perang ke negara-negara tetangga.

Pada Rabu (21/10/2026), Kedutaan Besar AS di Riyadh juga mengeluarkan peringatan keamanan terkait potensi serangan lanjutan yang mungkin dilakukan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.

Ancaman tersebut tidak dianggap sepele. Dalam beberapa bulan terakhir, Houthi dilaporkan meningkatkan intensitas serangan terhadap berbagai target strategis Saudi, termasuk bandara sipil dan fasilitas penting lainnya.

Kedutaan Besar AS di Riyadh yang juga menjadi lokasi sejumlah fasilitas strategis Amerika bahkan pernah menjadi sasaran serangan drone pada awal tahun saat ketegangan regional meningkat tajam.

BACA JUGA  Turki Bersiap Bantu Saudi Hadapi Ancaman Houthi

Situasi ini membuat Washington mengambil pendekatan lebih hati-hati untuk mengurangi risiko terhadap personel diplomatiknya. Langkah evakuasi staf non-esensial dinilai sebagai sinyal bahwa Amerika melihat ancaman keamanan di Arab Saudi berada pada level yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Di tengah memanasnya konflik Yaman dan meningkatnya aktivitas militer Houthi, kawasan Timur Tengah kembali menghadapi ketidakpastian. Dunia internasional kini menyoroti apakah eskalasi terbaru ini akan berkembang menjadi krisis yang lebih luas atau masih dapat dikendalikan melalui jalur diplomasi dan kerja sama keamanan regional. (Mun)

TRENDING