EKBIS
Rupiah Rabu Pagi Perkasa Lawan Dolar AS di Tengah Tekanan Gedung Putih pada The Fed
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan pagi ini, Rabu (14/1/2026). Penguatan rupiah terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan akhir bulan ini.
Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange hingga pukul 09.02 WIB, nilai tukar rupiah menguat 9 poin atau 0,11 persen ke level Rp16.868 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat naik 0,09 persen ke level 99,22.
Penguatan rupiah pagi ini berbalik arah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pada Selasa (13/1/2026), rupiah ditutup melemah 22 poin di level Rp16.877 per dolar AS.
Di pasar global, dolar AS masih bergerak relatif kuat. Mengutip laporan Reuters, dolar AS menguat mendekati level tertinggi dalam satu bulan pada awal perdagangan Asia, Rabu pagi, setelah data inflasi Amerika Serikat (Consumer Price Index/CPI) dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar.
Rilis data tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter akhir Januari, meskipun bank sentral AS itu menghadapi tekanan politik dari Gedung Putih untuk segera memangkas suku bunga.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik 0,3 persen ke level 99,18, memulihkan pelemahan pada perdagangan Senin lalu. Sebelumnya, dolar sempat tertekan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Ketua The Fed Jerome Powell dengan tuntutan pidana.
Namun demikian, para gubernur bank sentral dunia serta CEO bank-bank besar Wall Street secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Powell dan menegaskan pentingnya independensi bank sentral.
“Ada paduan suara pendapat yang sangat keras dari politisi, mantan ketua The Fed, dan pejabat lainnya bahwa independensi The Fed adalah sesuatu yang sakral dan tidak boleh diganggu,” ujar Kepala Ekonom G3 ANZ di London, Brian Martin.
Pelaku pasar keuangan kini masih mencermati perkembangan kebijakan moneter AS serta dinamika global yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan mata uang emerging market lainnya dalam beberapa hari ke depan. (Firmanyah/Mun)
-
NASIONAL31/07/2026 09:00 WIBEddy Soeparno Dorong Ketahanan Energi Nasional
-
NASIONAL31/07/2026 11:00 WIBKemenhan Bantah Isu Peserta Diklat Digaji Rp 10 Juta
-
POLITIK31/07/2026 06:00 WIBPengamat Minta Publik Tak Terlalu Reaktif Survei Dedi Salip Prabowo
-
POLITIK31/07/2026 10:00 WIBPegiat Pemilu: DKPP Naik Kelas Demi Jaga Integritas Pemilu
-
JABODETABEK31/07/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Suhu Jakarta Tembus 34 Derajat
-
JABODETABEK31/07/2026 08:30 WIBPengendara Vario Tewas Usai Tabrakan Adu Banteng
-
DUNIA31/07/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Hijau Investor Mulai Borong
-
OASE31/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Ungkap Perjanjian Manusia Sebelum Dilahirkan

















