EKBIS
Rupiah Menguat Seiring Penguatan Mata Uang Asia
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada perdagangan Selasa (10/3/2026). Mata uang Garuda tersebut tercatat berada di level Rp16.894 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan ini membuat rupiah naik sekitar 0,33 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.949 per dolar AS.
Pergerakan positif rupiah juga sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang sama-sama mengalami penguatan terhadap dolar AS.
Hingga pukul 09.00 WIB, mata uang Asia yang mencatat penguatan terbesar adalah Malaysian Ringgit yang melonjak 0,66 persen.
Di posisi berikutnya terdapat Philippine Peso yang naik 0,49 persen, diikuti Chinese Yuan yang menguat 0,33 persen serta New Taiwan Dollar yang naik 0,30 persen.
Sementara itu, South Korean Won juga terapresiasi 0,28 persen terhadap dolar AS.
Adapun Japanese Yen dan Singapore Dollar tercatat menguat tipis sekitar 0,02 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru melemah. Thai Baht menjadi mata uang dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 0,08 persen, disusul Hong Kong Dollar yang melemah 0,01 persen.
Berdasarkan data Bloomberg L.P., hingga pukul 09.57 WIB, rupiah berada di posisi Rp16.892 per dolar AS. Angka ini menunjukkan penguatan sekitar 57 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.949 per dolar AS.
Sementara itu, data dari Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp16.965 per dolar AS pada waktu yang sama.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan cenderung fluktuatif, meskipun ada potensi pelemahan dalam jangka pendek.
Mengutip laporan Reuters, ringgit Malaysia tercatat naik 0,71 persen menjadi 3,932 per dolar AS, sementara rupiah Indonesia menguat 0,44 persen ke level 16.860 per dolar AS.
Penguatan ini juga menandai tren positif sejak awal 2026. Ringgit Malaysia tercatat telah menguat sekitar 3,15 persen, sedangkan rupiah naik sekitar 1,13 persen dibandingkan posisi akhir 2025.
Sementara itu, yuan China juga mengalami penguatan 1,52 persen menjadi 6,884 per dolar AS, mencerminkan optimisme di kawasan Asia.
Meski menguat di awal perdagangan, rupiah masih berada di dekat level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (9/3/2026), rupiah spot ditutup di level Rp16.949 per dolar AS, melemah sekitar 0,14 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya.
Sementara itu, kurs Jisdor yang dirilis oleh Bank Indonesia juga tercatat melemah 0,32 persen menjadi Rp16.974 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.919 per dolar AS.
Para analis memperkirakan pergerakan rupiah dalam waktu dekat masih dipengaruhi oleh dinamika pasar global, arus modal asing, serta sentimen ekonomi kawasan Asia. (Firmansyah/Mun)
-
POLITIK13/09/2026 16:00 WIBNama Misbakhun Muncul di Pusaran Cukai Palsu
-
Berita13/09/2026 23:00 WIBPolres Metro Jakarta Pusat Ungkap Peredaran 5,2 Kilogram Sabu di Cengkareng
-
DUNIA14/09/2026 00:00 WIBHouthi Kuasai Bab al-Mandeb, Dunia Panik
-
DUNIA13/09/2026 21:00 WIBPresiden Iran Siap Lawan AS-Israel
-
NASIONAL13/09/2026 17:00 WIBWaka DPR: MBG Bukan Bikin Masyarakat Cemas
-
JABODETABEK13/09/2026 20:00 WIBBibir Robek! Pemotor Wanita Mengaku Dipukul Ojol Usai Tabrakan di Depok
-
EKBIS13/09/2026 19:00 WIBPerbedaan Angka Kemiskinan Indonesia Versi BPS dan Bank Dunia
-
JABODETABEK13/09/2026 22:00 WIBAnak Tengah Pembunuh Sekeluarga Divonis Seumur Hidup

















