EKBIS
DPR Ingatkan Pemerintah Soal Risiko Kenaikan Harga BBM
AKTUALITAS.ID – Komisi XI DPR RI meminta pemerintah untuk tidak terburu-buru mengambil kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa kenaikan harga BBM sebaiknya dijadikan opsi paling akhir apabila situasi benar-benar mendesak.
“Saya minta kalau bisa opsi itu paling akhir. Bukan terakhir, paling akhir,” kata Misbakhun kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu berhati-hati dalam merespons dinamika ekonomi global, terutama dampak dari konflik geopolitik yang memengaruhi harga energi dunia.
Komisi XI DPR juga berencana memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas kondisi tersebut serta mengkaji dampaknya terhadap perekonomian nasional.
“Kita akan agendakan itu. Tapi kita lihat situasinya masih dalam ketidakpastian. Reaksi pasar juga masih sangat volatile,” ujarnya.
Misbakhun menilai kondisi pasar energi global masih fluktuatif sehingga pemerintah sebaiknya tidak mengambil langkah yang terlalu cepat sebelum melihat perkembangan situasi secara lebih jelas.
Ia juga berharap ketegangan global dapat segera mereda setelah adanya sinyal pelunakan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pernyataan terbarunya.
Menurut Misbakhun, harga minyak dunia saat ini juga belum menunjukkan lonjakan yang ekstrem.
“Buktinya hari ini harga minyak kembali mendekati level 80 dolar per barel, tidak terlalu ekstrem,” jelasnya.
Karena itu, ia meminta pemerintah menerapkan pendekatan respons kebijakan yang terukur dan tidak langsung bereaksi terhadap setiap perubahan situasi global.
“Respons kita harus terukur. Wait and see. Jangan setiap gerakan langsung diberikan reaksi,” kata Misbakhun.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat, terutama di tengah situasi global yang masih penuh ketidakpastian. (Bowo/Mun)
-
NASIONAL02/11/2026 07:00 WIBSDI: Indonesia Emas Bukan Sekadar Angka
-
JABODETABEK02/11/2026 07:30 WIBKhusus Senin! Perpanjang SIM Lebih Praktis di Lokasi Ini
-
DUNIA02/11/2026 08:00 WIBTrump Terpojok! Demokrat Diramal Sapu Bersih Pemilu Sela AS
-
NASIONAL02/11/2026 07:00 WIBWamen HAM Mugiyanto Tegaskan HAM Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045
-
NUSANTARA02/11/2026 08:30 WIBDaftar 19 Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Deras
-
JABODETABEK02/11/2026 07:30 WIBAKSI Satu Juta Tanda Tangan untuk Ancol Gratis Menggema di CFD
-
POLITIK02/11/2026 09:00 WIBJansen: Pilihannya Gibran Mundur atau Dimundurkan
-
OASE02/11/2026 05:00 WIBRahasia Siang Terungkap dalam Al-Qur’an
















