Connect with us

EKBIS

Logam Mulia Antam Turun Rp5.000 per Gram

Aktualitas.id -

Logam Mulia Antam Turun Rp5.000 per Gram, ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan pada perdagangan Senin (16/3/2026) pagi. Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia Antam, harga emas Antam tercatat turun Rp5.000 menjadi Rp2.992.000 per gram.

Pantauan pada pukul 08.40 WIB di Jakarta menunjukkan harga emas sebelumnya berada di level Rp2.997.000 per gram. Selain harga jual, harga beli kembali atau buyback juga mengalami penurunan.

Harga buyback emas Antam kini berada di level Rp2.744.000 per gram. Harga buyback merupakan nilai yang diterima investor saat menjual kembali emas batangan ke Antam.

Perlu diketahui, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global serta pergerakan harga logam mulia internasional.

Pajak Transaksi Emas

Dalam setiap transaksi emas batangan, pemerintah mengenakan ketentuan pajak yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.

Untuk penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar:

1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

3 persen bagi penjual yang tidak memiliki NPWP

Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai transaksi buyback.

Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh Pasal 22 sebesar:

0,45 persen bagi pemilik NPWP

0,9 persen bagi pembeli tanpa NPWP

Setiap pembelian emas batangan akan disertai bukti potong PPh 22.

Daftar Harga Emas Antam Terbaru

Berikut rincian harga emas batangan Antam terbaru:

0,5 gram: Rp1.546.000

1 gram: Rp2.992.000

2 gram: Rp5.924.000

3 gram: Rp8.861.000

5 gram: Rp14.735.000

10 gram: Rp29.415.000

25 gram: Rp73.412.000

50 gram: Rp146.745.000

100 gram: Rp293.412.000

250 gram: Rp733.265.000

500 gram: Rp1.466.320.000

1.000 gram: Rp2.932.600.000

Investor emas biasanya memantau pergerakan harga setiap hari karena nilai logam mulia ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk pergerakan dolar AS, inflasi, serta kondisi ekonomi dunia. (Firmansyah/Mun)

TRENDING