Connect with us

EKBIS

Mentan: Anggaran Pertanian untuk Papua Capai 5 Triliun pada 2025-2026

Aktualitas.id -

alt="mentan amran saat berbicang denganpedagang pasar"
Mentan Amran saat berbincang dengan pedagang di pasar saat melakukan sidak ke Pasar Kramat Jati dan Pasar Cipinang Jakarta Timur, Sabtu (1/3/2025). Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat tetap aman, harga stabil, serta tidak ada komoditas yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).AKTUALITAS.ID/DOK Humas Kementan

AKTUALITAS.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah mengalokasikan setidaknya Rp5 triliun untuk pembangunan sektor pertanian di Papua selama periode 2025 hingga 2026. Anggaran tersebut disiapkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong Papua menjadi salah satu pusat produksi pangan dan energi nasional.

“Anggaran yang kita berikan 2025 itu lebih dari Rp2 triliun. Tahun 2026 sebesar Rp3,2 triliun, totalnya sekitar Rp5 triliun,” kata Amran usai Konferensi Pers Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua 2026 yang dihadiri gubernur, bupati, kepala dinas, penyuluh pertanian, dan petani dari berbagai wilayah Papua di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, dukungan anggaran tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pembangunan pertanian di kawasan timur Indonesia sesuai arahan Presiden. Sebagian dana juga berasal dari hasil efisiensi anggaran kementerian yang dialihkan untuk mendukung sektor produktif dan kesejahteraan masyarakat.

“Papua memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional bersama Kalimantan dan Sumatera. Penguatan sektor pertanian di wilayah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi yang dipicu tingginya harga bahan pokok,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, kata Amran, pemerintah menerima berbagai usulan pengembangan komoditas unggulan dari daerah. Komoditas yang menjadi fokus pengembangan meliputi padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, dan singkong.

“Semua permintaan hari ini hampir 90 persen kami penuhi. Kalau progresnya bagus, 100 persen kami penuhi permintaannya nanti,” ujar Amran.

Dirinya menjelaskan, selain pengembangan komoditas, nantinya pemerintah juga mempercepat program cetak sawah di Papua. Kementerian Pertanian menargetkan total luas sawah baru mencapai 80.000 hektare hingga akhir 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 30.000 hektare telah dikerjakan pada periode sebelumnya, sedangkan 50.000 hektare menjadi target pengembangan tahun ini.

Sebagian lahan yang telah dicetak, lanjut Amran, kini mulai memasuki masa produksi. Pemerintah berharap perluasan areal tanam dapat meningkatkan pasokan pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

lebih lanjut, katanya, untuk mendukung produktivitas, pemerintah juga menyiapkan program mekanisasi pertanian melalui penyediaan alat dan mesin pertanian modern. Setiap program cetak sawah akan disertai bantuan teknologi, termasuk traktor dan peralatan pendukung lainnya.

“Setiap kita cetak sawah langsung diikuti dengan teknologi. Khusus sawah harus menggunakan alat modern dan traktor,” katanya.

Terkait kekhawatiran petani terhadap potensi kenaikan biaya produksi akibat isu kenaikan harga bahan bakar minyak, Amran memastikan pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar sektor pertanian tidak terdampak.

“Kita akan koordinasi dengan Pertamina. Petani jangan dibebani. Itu arahan Bapak Presiden,” ujarnya. (Micko)

TRENDING