EKBIS
IHSG Dibuka Turun Tipis ke 6.101
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan pada awal perdagangan Jumat (17/7/2026). Setelah sempat dibuka di zona hijau, indeks berbalik melemah dan bergerak di wilayah negatif seiring meningkatnya tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Pada pukul 09.07 WIB, IHSG tercatat turun 6,302 poin atau 0,10% ke level 6.101,907. Bahkan beberapa menit setelah pembukaan, indeks sempat menyentuh level terendah harian di kisaran 6.081, menunjukkan tingginya volatilitas pada awal sesi.
Sebelumnya, saat pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG sempat naik 4,63 poin atau 0,08% ke level 6.112,84. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama karena tekanan jual mulai mendominasi perdagangan.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan ratusan saham bergerak variatif, dengan saham yang melemah mulai mengimbangi bahkan melampaui saham yang menguat seiring berjalannya perdagangan. Aktivitas transaksi juga berlangsung cukup ramai dengan ratusan juta saham berpindah tangan dalam puluhan ribu transaksi.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama laju indeks. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) tercatat berada di antara saham yang mengalami pelemahan pada awal perdagangan.
Di sisi sektoral, tekanan terjadi pada beberapa indeks sektor, sementara sektor Barang Konsumen Non-Primer masih mampu mencatatkan penguatan. Sektor Teknologi dan Keuangan juga bergerak positif, meski belum cukup untuk mengangkat IHSG kembali ke zona hijau.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen global. Pelemahan saham-saham teknologi di Wall Street serta pergerakan bursa Asia menjadi salah satu faktor yang membebani psikologis investor domestik pada awal perdagangan.
Analis menilai pergerakan IHSG sepanjang hari ini masih berpotensi fluktuatif karena pasar akan merespons dinamika ekonomi global, arus dana asing, serta perkembangan sentimen eksternal yang memengaruhi minat risiko investor. (Firman/Mun)
-
POLITIK16/07/2026 14:00 WIBAria Bima: Kuota 30 Persen Perempuan Jadi PR Besar Parpol
-
POLITIK16/07/2026 13:38 WIBKritik Standar Ganda DKPP, JPPR Desak Tio Aliansyah Dinonaktifkan Sementara
-
RIAU16/07/2026 18:35 WIBPemuda Kampar Diduga Tenggelam Usai Standing di Jembatan Rantau Berangin
-
EKBIS16/07/2026 20:00 WIBDari Aset Jiwasraya ke IPO COIN, Ekonom Pertanyakan Tata Kelola dan Transparansi Pemilik Manfaat
-
NASIONAL16/07/2026 21:00 WIBAkhir Juli, Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Pajak JHT dan Outsourcing
-
EKBIS16/07/2026 23:35 WIBIndodax Langgar Aturan OJK dan Bappebti, Polri: Bisa di Pidana
-
NASIONAL16/07/2026 15:00 WIBMandat Komnas Perempuan Diperluas, Rieke: Perlindungan Korban Masih Belum Optimal
-
OTOTEK16/07/2026 22:00 WIBGIIAS 2026 Jadi Arena Mobil Listrik Baru,

















