Connect with us

EKBIS

IHSG Anjlok ke Level 6.003

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: akutalitas.id

AKTUALITAS.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada awal perdagangan Selasa (14/7/2026). Setelah dibuka menguat, tekanan jual datang hanya dalam hitungan menit hingga menyeret indeks masuk ke zona merah dan nyaris menembus level psikologis 6.000.

Berdasarkan data RTI, IHSG membuka perdagangan di level 6.057,76, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.037,00. Namun optimisme tersebut tidak bertahan lama.

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG mulai kehilangan tenaga dan turun 0,17 persen ke level 6.027,00. Tekanan jual terus meningkat sehingga pada 09.05 WIB indeks sempat terkoreksi 0,50 persen ke posisi 6.003,85, mendekati level psikologis 6.000.

Data Bursa Efek Indonesia melalui Stockbit menunjukkan IHSG masih bergerak sangat fluktuatif. Pada pukul 09.09 WIB, indeks berada di level 6.032,98, sebelum kembali berbalik arah.

BACA JUGA  IHSG Tersungkur di Awal Perdagangan

Momentum pembelian kemudian mulai muncul. Pada pukul 09.11 WIB, IHSG berhasil kembali ke zona hijau dengan kenaikan 0,13 persen menjadi 6.045,80. Penguatan berlanjut hingga 09.35 WIB, ketika indeks naik 0,29 persen ke posisi 6.055,12.

Pergerakan yang berubah arah dalam waktu singkat mencerminkan tingginya tarik-menarik antara aksi beli dan aksi ambil untung di pasar saham domestik pada awal perdagangan.

Di sisi lain, indeks LQ45 masih berada dalam tekanan dengan penurunan 0,74 persen ke level 597,85, menandakan saham-saham berkapitalisasi besar belum sepenuhnya pulih.

Sepanjang perdagangan pagi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.065,37 dan terendah 6.020,36. Sebanyak 268 saham menguat, 181 saham melemah, sementara 222 saham bergerak stagnan.

BACA JUGA  Usai Libur Panjang, IHSG Dibuka Melemah

Aktivitas perdagangan juga tergolong ramai dengan 295.806 kali transaksi, volume mencapai 2,3 miliar saham, dan nilai transaksi sekitar Rp2 triliun.

Dari sisi sektoral, hanya beberapa sektor yang mampu mempertahankan penguatan. Sektor infrastruktur naik 0,45 persen, sementara energi menguat 0,39 persen. Sebaliknya, tekanan paling besar terjadi pada sektor industri yang turun 1,07 persen, disusul sektor keuangan yang melemah 0,69 persen.

Penguatan terbesar pada awal perdagangan dicatat oleh IDX Sektor Energi yang sempat melonjak 1,22 persen. Kenaikan juga terlihat pada sektor infrastruktur, barang konsumen non-primer, teknologi, kesehatan, barang baku, properti dan real estat, serta transportasi dan logistik.

Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp18.105, yang masih menjadi salah satu faktor yang terus dicermati pelaku pasar di tengah dinamika perdagangan saham domestik. (Firman/Mun)

TRENDING