POLITIK
Golkar: Jangan Jadikan Kekalahan Pemilu Alasan Berbuat Anarkis
AKTUALITAS.ID – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengingatkan agar pihak yang kalah dalam pemilu tidak memprovokasi kerusuhan mendapat dukungan dari Partai Golkar. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menilai pesan tersebut merupakan peringatan serius agar seluruh pihak tidak mengulangi pengalaman buruk dalam kontestasi politik.
Menurut Sarmuji, pidato Presiden harus dimaknai sebagai ajakan untuk membangun kedewasaan dalam berdemokrasi, baik bagi pihak yang menang maupun yang kalah.
“Ya itu warning. Warning jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang terdahulu. Kita ini kan harus belajar mengelola kepuasan dan ketidakpuasan. Semua harus belajar,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ia menegaskan kemenangan dalam pemilu tidak boleh melahirkan fanatisme yang berlebihan. Sebaliknya, kekalahan juga tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban maupun merusak kehidupan berbangsa.
“Jangan sampai kepuasan seseorang menjadikan seorang fanatik buta. Tapi ketidakpuasan jangan juga menjadikan seseorang menjadi anarki, iri dengki yang kemudian merusak tatanan kenegaraan kita,” ujarnya.
Sarmuji menegaskan bahwa pesan Presiden merupakan peringatan bagi seluruh elemen politik agar demokrasi tetap dijalankan secara dewasa dan damai.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ajakan menjaga persatuan nasional saat memberikan pidato dalam puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Prabowo menekankan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan bagian yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, menurutnya, persaingan politik tidak boleh berujung pada tindakan anarkistis.
“Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Enggak ada masalah. Siapa yang menang, monggo,” ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden juga mengingatkan agar pihak yang kalah tidak memprovokasi aksi kekerasan maupun kerusuhan setelah pemilu. Ia menyebut tindakan yang mendorong kekacauan sebagai sikap yang bertentangan dengan semangat menjaga persatuan bangsa.
Prabowo juga menyinggung pengalamannya sendiri yang beberapa kali mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden. Menurutnya, meski pernah kalah, ia tidak pernah menginstruksikan para pendukungnya untuk melakukan tindakan anarkistis.
Ia mengibaratkan demokrasi sebagai sebuah pertandingan yang selalu menghasilkan pihak menang dan kalah. Karena itu, hasil kontestasi politik harus diterima sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari seruan pemerintah agar seluruh kekuatan politik menjaga stabilitas nasional dan memperkuat budaya demokrasi yang damai menjelang tahapan politik berikutnya. (Bowo/Mun)
-
POLITIK13/07/2026 17:17 WIBPengamat Mendukung Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi
-
POLITIK13/07/2026 16:23 WIBSatu Tahun Putusan MK, 30 Wamen Masih Betah di Kursi Komisaris BUMN
-
NASIONAL13/07/2026 14:00 WIBMendagri Minta Pemda Percepat Verifikasi, Maruarar Perkuat Sinergi Agar Program Bedah Rumah Tepat Sasaran
-
NUSANTARA13/07/2026 16:46 WIBLaporan Penipuan Ketua DPRD Prabumulih Berujung Damai, Pelapor Sebut Salah Paham
-
NASIONAL13/07/2026 19:30 WIBPrabowo Diminta Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke KPK
-
JABODETABEK13/07/2026 13:30 WIBPenyebab Pasti Kebakaran Pulogadung yang Tewaskan 3 Orang Masih Misteri
-
RAGAM13/07/2026 19:00 WIBEuforia Koplove Fest Volume 4, Bejo Jahe Merah Manjakan Pengunjung dengan Berbagai Fasilitas
-
NASIONAL13/07/2026 15:00 WIBKasus Febrie Adriansyah Jangan Berhenti Hanya di Tersangka

















