JABODETABEK
Ucapan ‘Tuhan Tak Adil’ Berujung Pengeroyokan di Depok
AKTUALITAS.ID – Seorang pria berinisial MB menjadi korban pengeroyokan di sebuah warung dimsum di Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (15/2/2025) malam. Pengeroyokan ini diduga dipicu oleh ucapan korban yang menyebut ‘Tuhan tak adil’.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, korban saat itu mengucapkan kalimat seperti, “kenapa ya Tuhan nggak adil, padahal ada Allah, tapi kenapa banyak kejahatan di dunia ini.”
Ucapan tersebut rupanya memicu kemarahan pelaku yang mendengar dan menilai korban telah menistakan agama. Para pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang itu langsung memukuli korban hingga mengalami luka di wajah, kepala, dan bibir.
“Seketika pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang secara bersama-sama memukuli pelapor atau korban,” jelas Ade Ary.
Akibat kejadian tersebut, korban melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok. Polisi saat ini masih menyelidiki kasus pengeroyokan tersebut dan belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas para pelaku.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk berhati-hati dalam berucap dan menghormati keyakinan orang lain. Tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan dan melanggar hukum. (Mun/Yan Kusuma)
-
POLITIK01/07/2026 16:35 WIBSafari Politik Jokowi Sengaja Ganggu Zona Nyaman Partai Mapan
-
POLITIK01/07/2026 17:30 WIBGerindra Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi dengan PSI
-
RAGAM01/07/2026 21:00 WIBPOTEK Dance Fest 2026 Bandung Berlangsung Meriah, Mystylez Crew Wakili Kota Kembang ke Final
-
RIAU01/07/2026 20:10 WIBBengkalis Pimpin Partisipasi IHaI 2026 di Riau, Bupati Kasmarni Ajak Warga Terus Isi Survei
-
RIAU01/07/2026 13:16 WIBPolda Riau Raih Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo, Kapolda: Penghargaan Milik Seluruh Personel
-
NASIONAL01/07/2026 13:00 WIBNama Mufli Viral, Daftar Komisaris Krakatau Posco Menghilang dari Situs Resmi
-
RAGAM01/07/2026 13:30 WIBPedagang Kecil Terancam Bangkrut
-
NASIONAL01/07/2026 16:00 WIBKasus Kematian dr Icha Libatkan Pejabat, Rieke Desak Penegakan Hukum Tanpa Privilese

















