JABODETABEK
Hanya Sampai Jam 12.00! Cek 5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Sabtu 17 Januari 2026
AKTUALITAS.ID – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya membuka layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling bagi masyarakat Jakarta yang ingin mengurus perpanjangan masa berlaku SIM, pada Sabtu (17/1/2026). Layanan ini buka pukul 08.00-12.00 WIB.
Untuk menggunakan layanan SIM keliling, masyarakat harus membawa dokumen yang diperlukan, seperti KTP dan SIM asli beserta fotokopi, formulir permohonan, dan mengikuti tes kesehatan di lokasi gerai. Layanan ini hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Biaya perpanjangan SIM sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah Rp80 ribu untuk perpanjangan SIM A, dan Rp75 ribu untuk perpanjangan SIM C.
Berikut adalah 5 lokasi layanan SIM keliling di Jakarta:
Jakarta Timur: Lobby depan Mall Grand Cakung
Jakarta Utara: Lobby utama LTC Glodok
Jakarta Selatan: Area parkir samping Universitas Trilogi
Jakarta Barat: Lobby selatan Mall Ciputra
Jakarta Pusat: Area parkir Kantor Pos Lapangan Banteng
Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal mengingat waktu layanan yang terbatas serta kuota pelayanan yang dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.
Layanan SIM keliling ini diharapkan dapat mempermudah warga Jakarta dalam memenuhi kewajiban legal berkendara tanpa harus mendatangi kantor Satpas. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL30/10/2026 22:00 WIBBNPB: 2.236 Bencana Sepanjang 2026
-
NUSANTARA30/10/2026 23:00 WIBPesta Miras di Cirebin Renggut 3 Nyawa
-
POLITIK31/10/2026 10:00 WIBTok, MA Batalkan Ijazah SMA Wapres Gibran
-
DUNIA31/10/2026 00:00 WIBIntelijen Ukraina Ungkap Kematian WNI di Medan Perang Rusia
-
POLITIK31/10/2026 06:00 WIBBawa-bawa Putusan MK, PKS dan PDIP Resmi Duet ‘Lawan’ Gibran
-
DUNIA31/10/2026 12:00 WIB13 Orang Tewas dalam Serangan Drone Rusia di Stasiun Kereta Ukraina
-
RIAU31/10/2026 12:27 WIBKetua DPRD Bengkalis: Lomba PBB Bukan Sekadar Perebutkan Piala
-
Berita31/10/2026 11:00 WIBHashim Sebut Indonesia Mampu Biayai MBG jika Penerimaan Negara Optimal
















