JABODETABEK
Kopassus Bantah Letda Jihad Tewas Ditembak Rekan di Gudang Senjata
AKTUALITAS.ID – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai dugaan penembakan terhadap Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid oleh sesama anggota TNI. Kopassus menegaskan perwira muda tersebut meninggal dunia akibat insiden pistol meledak yang terjadi di gudang senjata di Surakarta, Jawa Tengah.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Letda Jihad yang bertugas sebagai Perwira Yon 26 Grup Kopassus dilaporkan mengalami luka tembak fatal dalam insiden tersebut.
Kepala Penerangan Kopassus Kolonel Indra Mardianto menegaskan kejadian itu murni merupakan unsur kelalaian dan tidak ada unsur kesengajaan maupun penembakan oleh rekan sesama prajurit.
” Itu kejadiannya di gudang senjata karena pistol meledak. Murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan,” ujar Indra, Senin (26/10/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus membantah berbagai narasi yang ramai beredar di media sosial yang menyebut Letda Jihad menjadi korban penembakan oleh anggota TNI lainnya.
Menurut Indra, seluruh rangkaian kejadian telah terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lokasi kejadian. Rekaman itu akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang dilakukan Polisi Militer.
“Kami serahkan rekaman sehingga nanti akan diperjelas oleh penyidik Pom kelanjutan kasusnya. Rencana akan diserahkan besok,” katanya.
Kopassus menegaskan proses investigasi tetap akan berjalan guna mengungkap secara terang penyebab insiden serta memastikan seluruh fakta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Sementara itu, jenazah Letda Jihad telah diberangkatkan ke kampung halamannya di Sorong, Papua Barat. Almarhum tiba pada Minggu (25/10/2026) dan disemayamkan untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari keluarga, kerabat, dan rekan seperjuangan.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh unggahan sejumlah akun yang menarasikan bahwa Letda Jihad meninggal akibat ditembak oleh sesama anggota TNI. Salah satu unggahan yang menyebarkan kabar tersebut berasal dari akun Instagram yang kemudian memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Namun, Kopassus memastikan informasi tersebut tidak sesuai dengan hasil pendalaman awal yang dilakukan satuan. Institusi elite TNI AD itu menyatakan insiden terjadi karena ledakan pistol di gudang senjata dan bukan akibat tindakan penembakan oleh personel lain.
Meski demikian, pihak TNI menyerahkan sepenuhnya proses pengusutan kepada Polisi Militer untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dapat diungkap secara profesional, transparan, dan objektif.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik setelah munculnya berbagai spekulasi di media sosial. Hasil penyelidikan Polisi Militer serta pemeriksaan rekaman CCTV diharapkan mampu memberikan kepastian mengenai penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa perwira muda Kopassus tersebut. (Kusuma/Mun)
-
DUNIA26/10/2026 12:00 WIBIran Klaim Sukses Besar Hadapi Drone AS
-
POLITIK26/10/2026 11:00 WIBMegawati: Jangan Jadi Generasi Pintar Tapi Tak Berkarakter
-
NASIONAL26/10/2026 13:00 WIBDave Laksono: Revisi UU Peradilan Militer Harus Dipercepat
-
EKBIS26/10/2026 14:00 WIBDefiyan Cori Skakmat Definisi Korupsi Luhut
-
NUSANTARA26/10/2026 12:31 WIBDNIKS Dorong Akses Layanan dan Kesempatan Setara bagi Anak dengan Cerebral Palsy
-
POLITIK27/10/2026 06:00 WIBTiga Partai Non-Parlemen Cabut Uji Materi Ambang Batas DPR
-
NASIONAL26/10/2026 17:00 WIBGeger Foto Menkes Pakai Tabung Oksigen! Budi Gunadi Buka Suara: Saya Tidak Sesak
-
DUNIA26/10/2026 18:00 WIBPM Anwar Minta Warga Malaysia Tinggalkan Waze

















