NASIONAL
Hasto Kristiyanto Ancang-Angkang Bongkar Video Korupsi, Mensesneg: “Ah Ya Memangnya Ada?
AKTUALITAS.ID – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan tegas terkait pernyataan Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, yang mengindikasikan akan membongkar dugaan korupsi di kalangan pejabat negara melalui video. Pernyataan ini muncul setelah Hasto ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus buronan Harun Masiku.
“Ah ya memangnya ada? Kalau ada, ya disampaikan saja. Kan semua landasannya hukum, fakta hukumlah,” ujar Prasetyo usai menghadiri Perayaan Puncak Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Sabtu (28/12/2024) malam WIB.
Prasetyo menegaskan bahwa segala tuduhan harus dilandasi oleh fakta dan proses hukum yang jelas. Ia menjelaskan bahwa pemerintah selalu membuka ruang untuk penegakan hukum yang transparan dan tidak akan menutup-nutupi pelanggaran jika memang terbukti ada. Namun, dia meminta agar tuduhan semacam itu tidak dilontarkan tanpa dasar yang konkret.
Pernyataan mengenai rencana Hasto untuk membongkar dugaan kasus korupsi para pejabat negara disampaikan oleh Juru Bicara DPP PDIP, Guntur Romli, melalui unggahan video di akun Instagram @gunromli pada Kamis (26/12/2024). Dalam video tersebut, Hasto dikatakan memiliki rekaman terkait dengan kriminalisasi Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden 2024 oleh penguasa. Selain itu, Hasto berkomitmen untuk mengungkap skandal korupsi yang dinilai bisa meledak kapan saja serta mencakup penyalahgunaan aparatur negara.
Langkah Hasto ini mencuat saat situasi politik semakin panas menjelang pemilu, di mana persaingan semakin ketat dan dugaan korupsi sering kali menjadi sorotan utama. Seiring perkembangan ini, publik menunggu langkah konkret Hasto dan PDIP terkait klaim dan ancaman yang telah dilayangkan. (Damar Ramadhan)
-
RAGAM13/05/2026 13:30 WIBHantavirus Bisa Bikin Gagal Napas Akut
-
FOTO13/05/2026 17:55 WIBFOTO: Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Uang Rampasan Rp10,2 Triliun ke Negara
-
POLITIK13/05/2026 14:00 WIBDPR Buka Opsi Partai Melebur Demi Lolos Parlemen
-
POLITIK13/05/2026 13:00 WIBRevisi UU Pemilu Diperingatkan Jangan Jadi Alat Konsolidasi Kekuasaan
-
NASIONAL13/05/2026 15:45 WIBKPU RI Gandeng KPP DEM untuk Tingkatkan Literasi Kepemiluan dan Demokrasi
-
JABODETABEK13/05/2026 12:30 WIBParkir Ilegal Blok M Diduga Raup Rp100 Juta Sehari
-
DUNIA13/05/2026 12:00 WIBUEA Nekat Hantam Kilang Iran
-
NUSANTARA13/05/2026 14:30 WIBKiai Jepara Diduga Perkosa Santri Berkali-kali Usai Ritual Ijab Kabul Sepihak

















