NASIONAL
Anak Kapolda Kalsel Pamer Kemewahan, Netizen Geram
AKTUALITAS.ID – Nama Ghazyendha Aditya Pratama, putra dari Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Polisi Rosyanto Yudha Hermawa, kini menjadi sorotan publik setelah memamerkan gaya hidup mewah di media sosial. Ghazyendha memposting beberapa momen kemewahan, termasuk perayaan ulang tahun mewah ayahnya, yang segera viral dan menjadi perbincangan hangat warganet.
Di akun X-nya yang kini telah dihapus, Ghazyendha memamerkan perjalanan dengan jet pribadi yang disertai dengan keterangan “Hello Palembang” serta pengeluaran fantastisnya yang mencapai Rp1 miliar. Gaya hidup mewah ini pun mengundang banyak kecaman, mengingat saat ini negara tengah fokus pada efisiensi anggaran, bahkan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penghematan di seluruh kementerian dan lembaga negara.
“Anak pejabat polisi tidak pantas memamerkan gaya hidup mewah. Itu tindakan yang memalukan,” ungkap salah satu netizen yang mengomentari unggahan tersebut. Warganet lainnya juga mengungkapkan kekesalan mereka dengan pertanyaan: “Dari mana uang itu didapatkan?”
Sontak, peristiwa ini membuat Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (DIVPROPAM POLRI) angkat bicara setelah banyaknya tagar yang ditujukan kepada mereka. DIVPROPAM menanggapi dengan mengapresiasi upaya masyarakat yang proaktif dalam mengawasi kinerja Polri dan memastikan bahwa setiap tindakan yang melenceng akan dievaluasi.
Meski begitu, tanggapan tersebut dianggap tidak memadai oleh sebagian besar publik yang menuntut tindakan tegas. Sejumlah netizen bertanya, “Apakah akan ada tindakan nyata terkait hal ini?”
Kritik terhadap gaya hidup mewah anak pejabat ini semakin menguat di tengah situasi ekonomi yang sulit, di mana pemangkasan anggaran di sektor pelayanan publik masih terus dilaksanakan. Wakil dari berbagai kalangan mengungkapkan bahwa pejabat publik seharusnya memberi contoh dengan hidup sederhana, bukan memamerkan kemewahan yang justru berpotensi merusak citra kepolisian dan pemerintah di mata masyarakat.
“Jangan sampai pejabat mendorong rakyat untuk berhemat, sementara mereka sendiri masih menjalani kehidupan yang boros. Ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah,” ujar Wahyudi Kumorotomo, Guru Besar UGM dalam bidang Manajemen Kebijakan Publik.
Kasus ini pun menjadi pelajaran bagi pejabat lainnya untuk lebih bijak dalam menjaga citra publik dan menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat, terutama di tengah upaya pemerintah menghemat anggaran negara. (Mun/Yan Kusuma)
-
POLITIK03/04/2026 14:30 WIBLakukan Kekerasan Kepada Istri dan Anak, Kader Demokrat Dilaporkan
-
RIAU03/04/2026 13:15 WIBHadapi Super El Nino 2026, Kapolda Riau Susun Langkah Pencegahan Dini
-
NASIONAL03/04/2026 13:30 WIBPanglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia
-
NASIONAL03/04/2026 12:00 WIBKomnas HAM: Buka Identitas Pelaku Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Publik
-
NUSANTARA03/04/2026 10:30 WIBKabupaten Grobogan Banjir, 12 Desa Tergenang
-
JABODETABEK03/04/2026 09:00 WIBAngkut Sampah Pasar Induk Kramat Jati, 40 Truk Disiapkan
-
NASIONAL03/04/2026 17:00 WIBEddy Soeparno: Indonesia Harus Lepas Ketergantungan Energi Fosil
-
RAGAM03/04/2026 09:30 WIBFilm “Songko” Legenda Lokal Masyarakat Minahasa

















