NASIONAL
KPK Siap Eksekusi Syahrul Yasin Limpo ke Penjara Setelah Kasasi Ditolak MA
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi keputusan Mahkamah Agung (MA) yang telah menolak kasasi mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), terkait kasus korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian. Dengan ditolaknya kasasi tersebut, KPK menegaskan bahwa SYL akan segera menjalani hukumannya, yakni 12 tahun penjara, berdasarkan putusan pengadilan sebelumnya.
Jubir KPK, Tessa Mahardika Sugiarto, menyatakan bahwa keputusan ini memberikan efek jera dan merupakan langkah penting dalam peningkatan pemulihan aset negara. “KPK akan menagih aset hasil korupsi SYL, selama yang bersangkutan tidak mengajukan Peninjauan Kembali (PK),” ujarnya dalam keterangan pers yang dikeluarkan pada Minggu, (2/3/2025).
Tessa menjelaskan bahwa dengan putusan Mahkamah Agung yang telah inkracht, yaitu berkekuatan hukum tetap, Syahrul Yasin Limpo diwajibkan untuk menjalani hukuman badan serta membayar uang pengganti sebagai pidana tambahan. “Ini merupakan langkah penting dalam pemberantasan korupsi di Indonesia dan penegakan hukum yang adil,” lanjutnya.
KPK juga menggarisbawahi upaya pencegahan terhadap modus pemerasan di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) sebagai fokus penting dalam aksi pencegahan korupsi. “Kami berharap langkah-langkah perbaikan dapat segera dilakukan agar tindak pidana korupsi seperti ini tidak terulang kembali,” imbuh Tessa.
Amar putusan kasasi Nomor 1081 K/PID.SUS/2025 yang dilansir dari situs resmi Mahkamah Agung menyatakan, “Tolak perbaikan. Tolak kasasi terdakwa, dengan perbaikan mengenai redaksi pembebanan uang pengganti kepada terdakwa.”
Dengan keputusan ini, KPK berharap dapat mendorong lebih banyak tindakan preventif dan pengawasan yang lebih ketat, agar praktik korupsi di instansi pemerintah dapat diminimalisir, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem hukum di Indonesia. (Mun/Yan Kusuma)
-
RIAU21/05/2026 16:01 WIBSatlantas Polres Inhu Hadirkan SIM Delivery, SIM Kini Diantar Langsung ke Rumah Warga
-
NASIONAL21/05/2026 10:00 WIBMenlu Sugiono Tegaskan Kasus 9 WNI di Kapal GSF Bukan Penculikan
-
POLITIK21/05/2026 13:00 WIBMardani Ali Sera Wanti-wanti Politisasi Revisi UU Pemilu
-
EKBIS21/05/2026 10:30 WIBRupiah Kembali Tersungkur Usai BI Naikkan Suku Bunga
-
EKBIS21/05/2026 09:30 WIBBikin Jantungan! IHSG Balik Arah Ambles ke 6.181
-
POLITIK21/05/2026 14:00 WIBKPU Pastikan Akses Pemilu Setara bagi Penyandang Disabilitas
-
DUNIA21/05/2026 08:00 WIBIRGC Tegaskan Siap Balas Keras Jika Agresi Terhadap Iran Berlanjut
-
OTOTEK21/05/2026 13:30 WIBBegini Cara Melacak Lokasi Seseorang Lewat HP dan Internet

















