NASIONAL
DPR Tegaskan Inosentius Samsul Bukan Calon Titipan dalam Seleksi Hakim Konstitusi
AKTUALITAS.ID – Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menegaskan proses seleksi calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk pengganti Arief Hidayat berlangsung transparan dan sesuai aturan. Habiburokhman membantah isu yang menyebut bahwa Inosentius Samsul, calon tunggal dalam seleksi tersebut, merupakan titipan pihak tertentu.
“Bukan titipan lagi, ini memang calon kami dari unsur DPR,” kata Habiburokhman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025). Ia menambahkan penjaringan calon telah dilakukan dengan mekanisme yang lazim dan sesuai Undang-Undang MK.
Habiburokhman juga menjelaskan bahwa proses fit and proper test terhadap Inosentius dipantau langsung oleh Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Nazaruddin Dek Gam, untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam seleksi. “Ini adalah hak konstitusi DPR dan kami melaksanakannya secara tepat,” ujarnya.
Inosentius Samsul disepakati menjadi calon tunggal yang akan menggantikan Arief Hidayat, yang akan pensiun pada 3 Februari 2026 setelah mencapai usia 70 tahun. Sesuai UU Nomor 7 Tahun 2020 tentang Mahkamah Konstitusi, hakim MK diberhentikan secara hormat saat memasuki usia tersebut.
Dengan penegasan ini, DPR berharap publik memahami bahwa proses seleksi hakim konstitusi berlangsung secara profesional tanpa intervensi politik atau titipan dari pihak manapun. (Ari Wibowo/Mun)
-
POLITIK13/08/2026 06:00 WIBPuan: Semua Parpol Bebas Ajukan Calon
-
NASIONAL13/08/2026 07:00 WIBMK: Penghinaan Presiden-Wapres Hanya Bisa Diproses Jika Mereka Sendiri Melapor
-
RIAU13/08/2026 10:30 WIBSabu Diselipkan dalam Celana Jeans, Pria Asal Aceh Diciduk di Bandara
-
NASIONAL13/08/2026 14:00 WIBSaid Iqbal: RUU Ketenagakerjaan Harus Transparan
-
POLITIK13/08/2026 13:00 WIBGolkar Usul Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah
-
DUNIA13/08/2026 08:00 WIBWashington Klaim Teheran Melemah Drastis
-
NASIONAL13/08/2026 10:00 WIBMK Putuskan Pasal KUHP Garuda Tak Berlaku
-
DUNIA13/08/2026 15:00 WIBKorban Ebola di Kongo Tembus 2.000 Jiwa