NASIONAL
Prabowo: Penataran Bupati Baru Harusnya di Kamp Tentara, Bukan Hotel
AKTUALITAS.ID – Sebanyak 548 kepala daerah yang telah dilantik, hanya 20 persen yang memiliki pengalaman dan latar belakang menjabat di tingkat eksekutif daerah.
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pelatihan bagi para bupati baru sebaiknya tidak dilakukan di hotel berbintang lima, melainkan di kamp tentara agar terbentuk mental kepemimpinan yang kuat.
“Tatar para bupati di kamp tentara. Kalau perlu jangan di hotel bintang lima,” katanya saat menyampaikan pidato arahan di acara Apkasi Otonomi Expo 2025, Tengerang, Kamis (28/8/2025).
Kepala Negara menyebut sekitar 80 persen bupati di Indonesia masih berstatus baru sehingga perlu belajar cepat dalam menjalankan roda pemerintahan.
Ia juga mengarahkan agar para bupati tidak sungkan meminta bantuan maupun arahan dari pemerintah pusat, termasuk kepada Menteri Dalam Negeri untuk menghadapi persoalan di tengah masyarakat.
Ia bersedia mengalokasikan anggaran pemerintah untuk membantu merealisasikan program pelatihan kepala daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan bahwa sekitar 80 persen kepala daerah hasil Pilkada terakhir merupakan wajah baru tanpa pengalaman memimpin, sehingga dinilai membutuhkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
(Ari wIbowo/goeh)
-
NASIONAL24/07/2026 17:00 WIBKPK Periksa Pejabat Kemenhut, Telusuri Pertemuan Bupati Kuansing dengan Raja Juli
-
POLITIK24/07/2026 14:00 WIBPAN Minta RUU Pemilu Tak Jadi Alat Politik
-
NASIONAL24/07/2026 23:59 WIBMensos Saifullah Yusuf Tindak Lanjuti Temuan ICW soal Pengadaan Sekolah Rakyat
-
POLITIK24/07/2026 16:00 WIBPrabowo Tegaskan Indonesia Nonblok dan Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina
-
POLITIK24/07/2026 11:00 WIBPKB Janji Setia Kawal Pemerintahan Prabowo
-
RIAU24/07/2026 17:23 WIBKapolda Riau Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kejahatan Lingkungan
-
NUSANTARA24/07/2026 13:30 WIBTiga Kakak Beradik Tewas Terjebak Saat Rumah Panggung Dilalap Api
-
NASIONAL24/07/2026 19:30 WIBRieke Soroti Komunitas Lari WNA di Bali, Ingatkan Soal Ruang Publik dan Hukum