NASIONAL
Tolak Pemutihan Sejarah, Koalisi Sipil Sebut Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto Tak Masuk Akal
AKTUALITAS.ID – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menolak wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk pemutihan sejarah atas berbagai pelanggaran dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi selama masa Orde Baru.
Peneliti Imparsial, Wira Dika Orizha Piliang, yang juga perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil, menegaskan bahwa tidak semua mantan presiden layak diberi gelar pahlawan nasional.
“Argumen yang menyebut bahwa pemberian gelar pahlawan bagi mantan presiden adalah hal wajar itu lemah dan tidak berdasar. Tidak semua presiden layak mendapatkan gelar pahlawan,” ujar Wira dalam acara 29 Tahun PBHI, di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Ia juga menyinggung kemungkinan polemik serupa di masa depan. “Apakah nanti Presiden Jokowi juga akan dianggap layak jadi pahlawan? Ini akan menjadi perdebatan panjang bila wacana seperti ini diteruskan,” tambahnya.
Soeharto Dinilai Simbol Korupsi dan Pelanggaran HAM
Menurut Wira, pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mengkhianati nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
“Upaya ini jelas merupakan bentuk pengaturan kejahatan oleh negara dan merupakan pemutihan sejarah kelam yang dilakukan oleh rezim otoritarian Orde Baru,” tegasnya.
Wira menyoroti sejumlah pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi selama masa pemerintahan Soeharto, termasuk penculikan aktivis 1998. Ia juga menilai Soeharto merupakan simbol dari korupsi sistemik dan monopoli bisnis keluarga Cendana yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.
“Selain menjadi simbol kebengisan dalam pemerintahan, Soeharto juga simbol dari korupsi sistemik yang mengakar di masa Orde Baru,” kata Wira.
Ia menambahkan bahwa Soeharto tidak pernah diadili atas berbagai dugaan pelanggaran tersebut. Karena itu, menurutnya, tidak masuk akal jika kini muncul wacana untuk memberi gelar pahlawan.
“Lalu ujug-ujug kita mau kasih gelar pahlawan ke Soeharto. Itu tidak masuk akal dengan banyaknya kesalahan dan kejahatan rezim Orde Baru,” ujarnya.
Bentuk Pengkhianatan terhadap Nilai Keadilan
Koalisi Sipil menilai, jika pemerintah tetap memaksakan pemberian gelar tersebut, maka hal itu menjadi bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
“Tidak ada alasan bahwa gelar pahlawan bisa diberikan kepada seseorang yang memperkaya diri dan kroninya, serta mengorbankan kemanusiaan dalam wajah kekuasaan yang otoriter,” tutup Wira. (Ari/Mun)
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 23:00 WIBAntusiasme Tinggi Warnai Upacara Hardiknas di SD Naena Kekwa Bersama Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika
-
JABODETABEK02/05/2026 19:00 WIBKoridor Baru Layanan Biskita Trans Depok Mulai Dikembangkan
-
POLITIK02/05/2026 18:30 WIBMegawati: Pancasila Harus Jadi Ruh Hukum di Tengah Hiper-Regulasi
-
NASIONAL02/05/2026 18:00 WIBKPAI Minta Proses Hukum Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Ciawi
-
DUNIA02/05/2026 19:30 WIBUSS Gerald R. Ford Tinggalkan Timur Tengah
-
OLAHRAGA02/05/2026 20:00 WIBPeran Indonesia di Motorsport Global Diperkuat Pertamina
-
NUSANTARA03/05/2026 06:30 WIBEmpat Pembunuh Wanita Lansia di Pekanbaru Ditangkap di Aceh dan Sumut
-
JABODETABEK03/05/2026 05:30 WIBCuaca Jakarta 3 Mei: Semua Wilayah Basah

















