NASIONAL
BNPB: Banjir dan Longsor di Sumut Sebabkan Korban Jiwa dan Kerusakan
AKTUALITAS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lima kabupaten/kota di Provinsi Sumatra Utara terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor sejak dua hari terakhir. Bencana ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut secara berturut-turut.
Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa sejumlah wilayah mengalami korban jiwa, kerusakan fasilitas publik, serta gangguan akses jalan.
“Ini karena hujan dua hari berturut-turut, dan informasinya hari ini juga masih turun hujan, meskipun tidak selebat dua hari kemarin,” ujar Suharyanto, Kamis (27/11/2025).
Tapanuli Tengah: Banjir Bandang dan Longsor, 4 Warga Meninggal
Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Banjir bandang dan longsor menyebabkan empat orang meninggal dunia, kerusakan pada rumah warga, sekolah, serta sejumlah infrastruktur lainnya.
Ratusan warga terpaksa mengungsi akibat meluapnya aliran sungai dan longsoran tanah dari perbukitan.
Kota Sibolga: 400 KK Terdampak, 3 Meninggal Dunia
Di Kota Sibolga, banjir merendam permukiman penduduk dan berdampak pada 400 kepala keluarga. Data sementara mencatat tiga korban meninggal dunia.
Sejumlah akses jalan di wilayah ini masih terputus akibat luapan banjir.
- Mandailing Natal: Banjir dan Longsor, Tanpa Korban Jiwa
Kabupaten Mandailing Natal turut mengalami banjir dan longsor di beberapa titik. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dari daerah tersebut.
Tapanuli Selatan: 6 Meninggal, 2 Hilang, 34 Luka-Luka
Tapanuli Selatan mencatat jumlah korban tertinggi. BNPB melaporkan enam orang meninggal dunia, dua orang masih hilang, dan 34 warga mengalami luka-luka akibat banjir yang menerjang sejumlah permukiman.
Nias Utara: Banjir Meluas Tanpa Korban Jiwa
Nias Utara juga terdampak banjir, namun tidak ada laporan korban jiwa dari wilayah ini.
BNPB Imbau Warga Tetap Siaga
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan aparat setempat untuk percepatan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, distribusi bantuan, dan pembukaan akses yang terputus.
Suharyanto mengingatkan masyarakat di sekitar daerah rawan banjir dan longsor untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi di Sumatra Utara. (Bowo/Mun)
-
EKBIS15/01/2026 16:41 WIBAC Mobil Juga Butuh Maintenance! Ini Tips Agar AC Mobil Tetap Dingin dan Awet
-
NASIONAL15/01/2026 14:00 WIBPLTA Mentarang Induk: Proyek Raksasa yang Mengancam Lingkungan dan Masyarakat Adat
-
EKBIS15/01/2026 13:30 WIBKementerian ESDM: SPBU Swasta Harus Beli Solar dari Pertamina Mulai Maret 2026
-
NUSANTARA15/01/2026 16:00 WIBRuas Pleret-Dlingo Bantul Ditutup Sementara Akibat Tebing yang Longsor
-
DUNIA15/01/2026 15:00 WIBGreenland: Kami Tidak Ingin Diperintah oleh AS
-
JABODETABEK15/01/2026 16:30 WIBPemkot Jaksel Sediakan Pompa Stasioner untuk Antisipasi Banjir
-
POLITIK15/01/2026 13:00 WIBDiminta Awasi Pilkades yang Rawan Suap, Bawaslu: Kami Siap Jika Diperintahkan UU
-
RAGAM15/01/2026 14:30 WIB77 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Disediakan KAI Daop 1 untuk Libur Panjang Isra Mikraj

















