NASIONAL
DPR Kritik Pembubaran Diskusi Reset Indonesia di Gunungsari Madiun
AKTUALITAS.ID – Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, menyayangkan tindakan aparat keamanan yang membubarkan diskusi dan bedah buku Reset Indonesia di Gunungsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu (20/12/2025) malam.
Diskusi tersebut merupakan kegiatan bedah buku Reset Indonesia, karya kolektif Tim Indonesia Baru yang ditulis oleh empat jurnalis, yakni Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu. Kegiatan itu dibubarkan aparat dengan alasan tidak sesuai perizinan.
Menurut Mardani, pembubaran diskusi bukanlah langkah yang tepat dalam negara demokrasi. Ia menilai aparat seharusnya melakukan pendampingan, bukan penghentian kegiatan.
“Mestinya tidak dibubarkan, didampingi saja,” kata Mardani saat dihubungi, Kamis (25/12/2025).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bahkan mendorong aparat keamanan untuk ikut terlibat dalam diskusi sebagai peserta. Menurutnya, kehadiran aparat justru dapat memperkaya sudut pandang dan memperkuat dialog yang konstruktif.
“Ikut saja dalam diskusi. Malah bisa memberi masukan atau arahan,” ujarnya.
Mardani menegaskan bahwa ruang diskusi publik dan kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Selama kegiatan berlangsung secara damai dan tidak melanggar hukum, negara seharusnya hadir untuk menjamin, bukan membatasi.
Ia juga menilai bahwa masukan dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, sangat dibutuhkan dalam diskursus kebangsaan, terutama yang membahas isu-isu strategis terkait masa depan Indonesia.
Peristiwa pembubaran diskusi Reset Indonesia tersebut memantik perhatian publik dan kembali menyoroti relasi antara keamanan, kebebasan berekspresi, dan ruang akademik di Indonesia. Sejumlah kalangan menilai pendekatan dialog dan pendampingan lebih sejalan dengan semangat demokrasi dibandingkan tindakan pembubaran.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak aparat terkait evaluasi atas pembubaran kegiatan diskusi tersebut. (Bowo/Mun)
-
RIAU18/05/2026 15:43 WIBKorporasi Sawit Raksasa PT Musim Mas Jadi Tersangka, Kerugian Lingkungan Rp187,8 Miliar
-
RIAU18/05/2026 14:47 WIBDukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kota Tinggi Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong
-
NASIONAL18/05/2026 16:00 WIBSengketa Warisan Raden Nangling, Ruri Jumar Saef Bongkar Fakta vs Rekayasa
-
OLAHRAGA18/05/2026 17:30 WIBSelangkah Lagi Persib Bandung Juara Super League
-
NASIONAL18/05/2026 13:00 WIBPrabowo Tegaskan Penyelewengan MBG Akan Ditindak Tanpa Ampun
-
EKBIS18/05/2026 18:00 WIBPurbaya: Ekonomi RI Stabil dan Defisit APBN Terkendali
-
POLITIK18/05/2026 14:00 WIBIdham Holik Tegaskan Kampus Kunci Selamatkan Demokrasi RI
-
NUSANTARA18/05/2026 14:30 WIBPimpinan Ponpes di Garut Diduga Cabuli Santriwati