Connect with us

NASIONAL

Menko AHY: 89 Persen Emisi Transportasi Berasal dari Kendaraan Darat

Aktualitas.id -

Menko AHY, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa kendaraan darat masih menjadi penyumbang terbesar emisi gas dari sektor transportasi di Indonesia.

Dalam paparannya pada peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, Senin (29/6/2026), AHY memaparkan bahwa sektor energi menyumbang sekitar 55,3 persen dari total emisi gas. Dari angka tersebut, sektor transportasi berkontribusi sekitar 22 persen.

Yang menjadi sorotan, sekitar 89 persen emisi dari sektor transportasi berasal dari transportasi darat, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat.

“Ini 22 persen transportasi ini, 89 persennya berasal dari mana? Darat. Darat termasuk motor dan mobil,” ujar AHY.

BACA JUGA  FOTO: AHY Beri Bantuan Sosial untuk Ojol dan Warga Tionghoa di Masjid Babah Alun

Menurut AHY, fakta tersebut menjadi alasan kuat mengapa Indonesia harus mempercepat transisi menuju transportasi hijau. Penggunaan kendaraan rendah emisi dinilai penting untuk menekan polusi udara, mengurangi emisi gas rumah kaca, sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dalam jangka panjang.

Meski investasi awal untuk elektrifikasi kendaraan masih relatif besar, AHY menilai biaya operasional kendaraan listrik berpotensi lebih rendah sehingga memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Selain mengurangi polusi, transisi menuju kendaraan listrik juga dipandang sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil yang harganya sangat dipengaruhi dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

AHY juga menekankan pentingnya membangun industri kendaraan listrik di dalam negeri agar Indonesia tidak terus bergantung pada produk impor.

BACA JUGA  FOTO: Menko AHY Pimpin Rakor Transformasi Transmigrasi 2026

“Mendorong pertumbuhan industri nasional. Ini penting atau tidak? Selama ini kita masih banyak mengimpor kendaraan listrik, walaupun juga sudah ada yang mengembangkan kendaraan roda dua,” katanya.

Dalam kesempatan itu, AHY memberikan apresiasi kepada Grab Indonesia yang terus memperluas penggunaan kendaraan listrik dalam operasionalnya. Saat ini Grab mengoperasikan sekitar 28 ribu kendaraan listrik dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 42 ribu unit hingga akhir tahun.

“Secara agresif, secara progresif, Grab Indonesia punya target-target untuk melakukan elektrifikasi untuk mengurangi emisi gas dan polusi udara,” ujar AHY.

Pernyataan AHY menegaskan bahwa tantangan terbesar pengurangan emisi di sektor transportasi berada di jalan raya. Karena itu, percepatan penggunaan kendaraan rendah emisi, pengembangan transportasi publik yang lebih bersih, serta penguatan industri kendaraan listrik nasional dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mencapai target pengurangan emisi Indonesia. (Bowo/Mun)

TRENDING