NASIONAL
Kemensos Mulai Salurkan Bansos PKH dan BPNT Triwulan III pada 20 Juli 2026
AKTUALITAS.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan proses cleansing data berdasarkan pembaruan yang diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk penyaluran bansos yang ditargetkan mulai berjalan sesuai jadwal.
“Bansos triwulan ke-III sedang kita proses, kemarin kita sudah dapat data terbaru dari BPS, sekarang kita sedang cleansing. Insya Allah dalam waktu dua-tiga hari ini sudah selesai, dan setidak-tidaknya tanggal 20 nanti sudah mulai disalurkan,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul dalam keterangan tertulis Kemensos, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, hasil pemutakhiran data menunjukkan adanya perubahan komposisi penerima manfaat. Sebagian keluarga penerima manfaat (KPM) tetap berhak menerima bansos, sebagian lainnya tidak lagi memenuhi syarat, sementara penerima baru masuk setelah melalui proses verifikasi dan validasi.
Gus Ipul mengapresiasi pemerintah daerah yang aktif memperbarui data penerima bantuan. Menurut dia, langkah tersebut menjadi kunci agar bansos benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Ini artinya bahwa daerah telah begitu peduli terhadap proses pemutakhiran itu, karena kita harus akui data ini yang kita terima adalah data dari daerah, dan daerahlah yang paling tahu tentang kondisi objektif warganya,” ujarnya.
Ia menyebut tiga provinsi yang paling aktif melakukan pembaruan data ialah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara Kota Bekasi menjadi daerah dengan jumlah pembaruan data terbanyak.
Menurut Gus Ipul, proses pemutakhiran dimulai dari tingkat RT dan RW, kemudian dibahas melalui musyawarah desa atau kelurahan sebelum diverifikasi Dinas Sosial. Selanjutnya data ditetapkan oleh bupati atau wali kota, diteruskan ke Kemensos, lalu diverifikasi kembali oleh BPS sebelum digunakan sebagai dasar penyaluran bansos setiap tiga bulan.
“Intinya dengan pemutakhiran ini diharapkan yang namanya bansos ini diterima oleh mereka yang berhak,” katanya.
Selain memperbaiki akurasi data, Kemensos juga memperkuat program pemberdayaan melalui paradigma baru bertajuk “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya.” Dalam skema tersebut, keluarga penerima bantuan akan didorong mengikuti program pemberdayaan agar mampu meningkatkan taraf hidup dan secara bertahap tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.
“Nah setelah diterima oleh mereka yang berhak, akan ditindaklanjuti dengan program pemberdayaan. Ini yang baru dari Pak Presiden Prabowo. Jadi tidak hanya diberi bansos, tapi kita kuatkan dengan pemberdayaan, sehingga keluarga-keluarga ini nanti terukur bisa naik kelas,” ujar Gus Ipul.
Kemensos menargetkan lebih dari 150 ribu KPM mengikuti program pemberdayaan sepanjang 2026. Bentuk pendampingan yang diberikan meliputi peningkatan keterampilan, penguatan akses usaha, hingga bantuan aset produktif sesuai hasil asesmen terhadap masing-masing keluarga penerima manfaat.
-
NASIONAL16/07/2026 21:00 WIBAkhir Juli, Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Pajak JHT dan Outsourcing
-
EKBIS16/07/2026 20:00 WIBDari Aset Jiwasraya ke IPO COIN, Ekonom Pertanyakan Tata Kelola dan Transparansi Pemilik Manfaat
-
EKBIS16/07/2026 23:35 WIBIndodax Langgar Aturan OJK dan Bappebti, Polri: Bisa di Pidana
-
OTOTEK16/07/2026 22:00 WIBGIIAS 2026 Jadi Arena Mobil Listrik Baru,
-
POLITIK16/07/2026 19:30 WIBKoruptor akan Jera Jika Dimiskinkan dan Diberi Hukuman Mati
-
RIAU17/07/2026 13:30 WIB15 Ribu Hektare Lahan di Riau Hangus Dilalap Api
-
JABODETABEK16/07/2026 20:30 WIBPramono Anung Cari Skema Non APBD untuk Bangun Kembali JPO Tendean
-
JABODETABEK17/07/2026 07:30 WIBJakarta Siaga, 4.132 Personel Amankan Gelombang Aksi Mahasiswa

















