NUSANTARA
BPBD: Kerugian Bencana di Sumbar Capai Rp4,9 Miliar
AKTUALITAS.ID – Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat sejak Sabtu pekan kemarin memicu bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang hingga banjir bandang di sejumlah daerah. Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam dan Kota Padang dilaporkan mengalami dampak paling besar di antara daerah lainnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat hingga ekstrem masih berpotensi terjadi hingga 27 November 2025 di wilayah itu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) mengestimasikan nilai kerugian akibat dampak bencana banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem di provinsi setempat mencapai Rp4,9 miliar.
“Jumlah kerugian ini masih bersifat sementara berdasarkan laporan kabupaten/kota per Selasa (25/11) pukul 16.00 WIB,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Padang, Rabu (26/11/2025).
Arry menjelaskan bahwa angka kerugian tersebut berpotensi bertambah seiring proses asesmen detail yang masih berlangsung.
“Perkiraan kerugian sementara sekitar Rp4,9 miliar lebih. Ini baru perkiraan awal. Tim di lapangan terus melakukan verifikasi agar kita mendapatkan gambaran menyeluruh terkait dampak bencana dan kebutuhan intervensi pemulihan,” ujar Arry.
Ia mengatakan, sejak awal kejadian Pemerintah Provinsi Sumbar sudah menggerakkan seluruh perangkat untuk percepatan penanganan darurat, pemulihan akses, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga. Termasuk pula penguatan koordinasi lintas sektor agar respons berjalan cepat dan terarah.
“Kita bekerja dalam satu sistem komando. BPBD berada di garis depan didukung organisasi perangkat daerah teknis, TNI dan Polri serta pemerintah kabupaten/kota. Akses jalan dibuka, distribusi bantuan berjalan dan layanan dasar diupayakan tetap stabil,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah terus melakukan asesmen menyeluruh terhadap rumah warga yang terdampak banjir, melakukan pendataan fasilitas umum, lahan pertanian dan infrastruktur yang rusak untuk proses perbaikan.
“Data kerusakan yang valid sangat penting bagi pemerintah untuk menghitung kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana. Kita ingin proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujar dia.
(Purnomo/goeh)
-
FOTO22/06/2026 20:05 WIBFOTO: Pemusnahan Pakaian Bermerk Palsu Senilai Hampir Rp. 1 Miliar
-
RAGAM22/06/2026 18:30 WIBIni 5 Rekomendasi Sepatu Nike Terjangkau untuk Lari
-
OLAHRAGA23/06/2026 03:00 WIBInggris vs Ghana: Misi Lolos Grup L Piala Dunia 2026
-
POLITIK22/06/2026 18:00 WIBMeski Gaet Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Jadi Partai Gurem
-
POLITIK22/06/2026 20:06 WIBBajak Kader dari Partai Lain, PSI Dinilai Krisis Figur
-
NASIONAL23/06/2026 08:30 WIBKetua BEM FH UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta dari Oknum Polisi Jelang Demo
-
RAGAM22/06/2026 19:45 WIBPersaingan SD Negeri dan Biaya Swasta Bikin Orang Tua Serba Salah
-
POLITIK22/06/2026 20:35 WIBPengamat Sebut Struktur Ketua Harian PSI Bukti Adanya Ketidakseimbangan dalam Manajemen Partai

















