POLITIK
Pimpinan MPR Dukung Wacana Penghapusan Parliamentary Threshold Demi Keadilan Demokrasi
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyambut positif wacana penghapusan ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) sebesar 4 persen.
Hal ini menyusul pernyataan Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, yang menyebutkan bahwa setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden sebesar 20 persen, ada peluang untuk membatalkan ambang batas parlemen juga.
“Saya kira itu baik sekali karena saat ini dengan Parliamentary Threshold 4 persen, ada partai-partai yang hampir masuk, seperti PPP yang suaranya mencapai 3,9 persen, dan PSI yang hampir 3 persen. Ini menunjukkan bahwa ada masyarakat yang memilih, tetapi hak terpilihnya tidak tersalurkan karena partainya tidak lolos, sehingga suaranya hilang,” ujar Eddy dalam keterangan resmi pada Jumat (17/1/2025).
Eddy juga menyoroti bahwa dalam Pemilu 2024, sekitar 16 juta suara diperkirakan hilang akibat penerapan ambang batas parlemen 4 persen. Ia menekankan pentingnya keadilan dalam demokrasi, agar suara rakyat tidak sia-sia.
Lebih lanjut, Eddy mengungkapkan proyeksinya jika ke depan tidak ada pembatasan, akan diperlukan dialog dalam membentuk fraksi gabungan untuk partai yang hanya memiliki satu atau dua anggota di parlemen.
“Kurang lebih sekitar 16 juta suara yang hilang hanya karena pembatasan 4 persen Parliamentary Threshold. Jika ke depannya tidak ada pembatasan, mungkin saja satu partai hanya memiliki satu atau dua anggota yang lolos, tetapi mereka tetap akan bergabung dengan yang lain untuk membentuk fraksi gabungan,” tegasnya.
Eddy meyakini bahwa penghapusan ambang batas parlemen adalah langkah maju menuju keadilan demokrasi.
“Jangan sampai suara rakyat yang dititipkan kepada wakilnya hilang. Ini adalah prospek yang baik jika Presidential Threshold dan Parliamentary Threshold bisa dihapuskan atau setidaknya diturunkan serendah mungkin,” tutup Eddy.
Wacana ini mendapat perhatian luas, seiring dengan upaya untuk memperkuat demokrasi di Indonesia dan memastikan representasi suara masyarakat yang lebih maksimal. (Damar Ramadhan)
-
RIAU18/05/2026 15:43 WIBKorporasi Sawit Raksasa PT Musim Mas Jadi Tersangka, Kerugian Lingkungan Rp187,8 Miliar
-
POLITIK18/05/2026 11:00 WIBLegislator Wanti-wanti IKN Bisa Jadi “Kota Hantu”
-
JABODETABEK18/05/2026 07:30 WIBJadwal SIM Keliling Jakarta Senin 18 Mei 2026 Lengkap 5 Lokasi
-
NASIONAL18/05/2026 16:00 WIBSengketa Warisan Raden Nangling, Ruri Jumar Saef Bongkar Fakta vs Rekayasa
-
EKBIS18/05/2026 09:30 WIBIHSG Terjun Bebas Hingga 3 Persen
-
RIAU18/05/2026 14:47 WIBDukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kota Tinggi Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong
-
OLAHRAGA18/05/2026 17:30 WIBSelangkah Lagi Persib Bandung Juara Super League
-
RIAU18/05/2026 10:45 WIBBupati Pelalawan Zukri Misran Berkomitmen Perangi Narkoba