Connect with us

POLITIK

PKS Buka Pintu Kabinet Non-Parpol, PDIP: Terserah Presiden

Aktualitas.id -

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Wacana perombakan atau reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto usai momentum 17 Agustus mendatang kian kencang berembus. Sinyal penyegaran ini memicu respons dari PKS dan PDIP terkait kriteria pengisian posisi strategis di pemerintahan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS, Mardani Ali Sera, menegaskan dukungannya jika Presiden Prabowo memilih merekrut figur profesional di luar kalangan partai politik, selama memiliki kompetensi yang mumpuni.

“Belum dapat kabar. Intinya itu hak prerogatif Presiden. Tapi merit system perlu jadi pertimbangan,” ujar Mardani, Minggu (9/8/2026).

Menanggapi sikap PKS, PDI Perjuangan memilih menyerahkan penuh seluruh keputusan kepada kepala negara sesuai amanat konstitusi. Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyatakan bahwa urusan bongkar-pasang jajaran menteri sepenuhnya berada di tangan presiden.

BACA JUGA  PDIP Masih Pertimbangkan Sanksi untuk Deddy Sitorus dan Sadarestuwati

“Terserah Presiden. Hak prerogatif presiden,” tegas Andreas saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

Andreas menambahkan, perlunya evaluasi hingga penunjukan sosok pengganti di dalam jajaran kabinet sepenuhnya menjadi wewenang dan kalkulasi politik Presiden Prabowo.

“Perlu reshuffle atau tidak tergantung presiden. Kalau reshuffle, siapa yang perlu diganti dan siapa yang menggantikan,” pungkasnya.

Isu reshuffle ini mendadak menyedot perhatian publik setelah beredar kabar bahwa Presiden Prabowo bakal melakukan penataan ulang posisi menteri tak lama setelah peringatan Hari Kemerdekaan RI pertengahan Agustus ini. (Bowo/Mun)

TRENDING