RAGAM
Eko Patrio Siap Jadi Saksi Pernikahan Verrell Bramasta dan Fuji: “Asal Jangan Jadi Penghulu”
AKTUALITAS.ID – Komedian sekaligus anggota DPR, Eko Patrio, mengungkapkan kesiapannya untuk menjadi saksi pernikahan pasangan selebritas Verrell Bramasta dan Fujianti Utami atau Fuji, jika keduanya benar-benar melangkah ke jenjang pernikahan dalam waktu dekat.
“Kalau diminta menjadi saksi, saya siap. Mau disuruh jadi apa saja juga siap, bahkan bawa makanan pun enggak masalah. Asal jangan disuruh jadi penghulu atau petugas KUA, ya,” ujar Eko sambil tertawa saat ditemui awak media di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, pada Minggu (4/5/2025).
Eko mengaku melihat kecocokan yang kuat antara Verrell dan Fuji. Menurutnya, keduanya sama-sama memiliki karakter yang baik dan saling melengkapi.
“Saya lihat Verrell anak yang baik, Fuji juga anak baik. Jadi, enggak ada salahnya kalau mereka menikah. Kalau memang sudah cocok dan saling mengerti, ya sebaiknya disegerakan saja,” tambahnya.
Meski mengaku belum tahu pasti kapan pernikahan itu akan digelar, Eko turut menanggapi isu yang menyebutkan bahwa pasangan tersebut akan menikah pada Oktober 2025.
“Soal kabar menikah Oktober, saya enggak tahu. Tapi secara pribadi, saya senang banget kalau mereka jadi satu keluarga besar. Doakan saja biar cepat terlaksana,” tutup Eko Patrio yang mantap menyatakan kesiapannya menjadi saksi pernikahan Verrell dan Fuji. (PURNOMO/DIN)
-
POLITIK29/06/2026 17:00 WIBSafari Politik Jokowi dan PSI Berpotensi Timbulkan Kegaduhan
-
NASIONAL29/06/2026 06:00 WIBPDIP Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihentikan
-
POLITIK29/06/2026 11:00 WIBPartai Buruh Oleng Dihantam Badai Pengunduran Diri 1,3 Juta Kader
-
NASIONAL29/06/2026 16:37 WIBKPK Lakukan OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau
-
POLITIK29/06/2026 09:00 WIB64 Guru Besar Desak Hentikan Intimidasi Mahasiswa
-
EKBIS29/06/2026 11:30 WIBHarga Minyak Dunia Naik Lagi
-
JABODETABEK29/06/2026 05:30 WIBAwal Pekan Jakarta Tanpa Hujan
-
NASIONAL29/06/2026 16:30 WIBGus Yaqut Masih Dirawat di RS Polri, KPK Siapkan Tahap II Kasus Korupsi Kuota Haji

















