Berita
Abu Bakar al-Baghdadi Tewas, Abu Ibrahim al-Hashemi Pemimpin Baru ISIS
pemimpin barunya berasal dari suku yang sama dengan Nabi Muhammad
AKTUALITAS.ID – Kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS untuk pertama kalinya mengkonfirmasi kematian pemimpinnya, Abu Bakar al-Baghdadi, dan sekaligus menunjuk penggantinya.
Keterangan resmi ISIS, yang diumumkan melalui layanan pesan Telegram, menyebutkan Abu Ibrahim al-Hashemi al-Qurashi adalah pemimpin baru dan “khalifah” kelompok tersebut.
Sebelumnya, pasukan khusus AS melacak keberadaan al-Baghdadi di wilayah barat laut Suriah dan menyerang lokasi persembunyiannya.
Pemimpin ISIS itu kemudian berusaha kabur ke dalam terowongan dan melakukan bunuh diri dengan meledakkan rompi berisi bom.
Irak menyediakan hadiah uang $25 juta atau sekitar Rp352 milyar kepada yang dapat menangkap atau membunuh Baghdadi.
Pasukan AS dan sekutunya telah mengejarnya semenjak ISIS muncul sekitar lima tahun lalu.
Dalam keterangannya, ISIS pada Kamis juga mengkonfirmasi kematian juru bicaranya, Abu al-Hasan al-Muhajir.
Sebelumnya, dia dilaporkan tewas selama operasi militer gabungan oleh pasukan Kurdi di wilayah utara Suriah, beberapa jam setelah operasi serangan terhadap Baghdadi.
Warga negara Saudi ini dianggap sebagai calon kuat pengganti Baghdadi.
Juru bicara ISIS yang baru, Abu Hamza al-Qurashi, telah meminta umat Islam untuk bersumpah setia kepada Abu Ibrahim al-Hashemi.
Siapakah Abu Ibrahim al-Hashemi al-Qurashi?
Nama Hashemi tidak diketahui oleh pasukan keamanan, dan diyakini sebagai nama samaran selama peperangan.
ISIS tidak memberikan keterangan detil tentang pemimpin baru atau merilis fotonya, tetapi menggambarkan sosoknya sebagai “figur terkemuka dalam berjihad”.
Pernyataan ISIS juga mengklaim bahwa Hashemi adalah veteran dalam berbagai medan jihad selama berperang melawan AS di masa lalu.
Dengan mengklaim dirinya berlatar “al-Qurashi”, kelompok ISIS menjelaskan bahwa pemimpin barunya berasal dari suku yang sama dengan Nabi Muhammad, yaitu suku Quraish.
Suku ini, seperti secara umum diyakini dan dipegang teguh oleh kaum cendekiawan Sunni pra-modern, dianggap sebagai kualifikasi utama untuk menjadi seorang khalifah.
-
FOTO21/04/2026 23:59 WIBFOTO: Pemerintah Genjot Pembangunan Hunian Layak di NTT
-
NASIONAL22/04/2026 00:01 WIBBahas Ketahanan Ekonomi, Presiden Prabowo Terima Ketua DEN
-
PAPUA TENGAH21/04/2026 23:30 WIBFreeport Grassroots Tournament 2026 Kembangkan Bakat Sepak Bola Anak Papua
-
OASE22/04/2026 05:00 WIBKiamat Pasti Datang! Ini Deretan Ayat Al-Qur’an yang Mengguncang Jiwa
-
JABODETABEK21/04/2026 22:30 WIBPolisi Tangkap Pengedar, Ganja 3,6 Kg Berhasil Disita
-
NASIONAL22/04/2026 11:00 WIBHadapi Dampak Gejolak Global, Kapolri Perintahkan 7.000 Pasukan Brimob Siaga Penuh
-
JABODETABEK22/04/2026 08:30 WIBMaling Motor Kebayoran Lama Punya Kode Angka 7
-
JABODETABEK22/04/2026 06:30 WIBKepergok Suara Berisik, Maling Bengkel Langsung Diringkus Warga

















