Berita
Partai Golkar Tegaskan Pilkada Tetap Secara Langsung
Ia menilai pilkada tidak langsung merupakan sebuah kemunduran
AKTUALITAS.ID – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily, menegaskan partainya meyakini lebih baik dilaksanakan pilkada secara langsung. Sebab, bisa mengejawantahkan langsung suara rakyat.
“Ya kita sejauh ini masih konsisten bahwa pilkada lebih baik dilaksanakan secara langsung. Ya tentu positifnya (lebih banyak), karena apa? Karena suara rakyat kan bisa terejawantahkan secara langsung,” kata Ace di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis, (7/11).
Ia menilai pilkada tidak langsung merupakan sebuah kemunduran. Bahkan pilkada langsung dan pilkada tak langsung menjadi perdebatan lama.
“Partai Golkar sampai saat ini masih konsisten dengan pilkada secara langsung,” kata Ace.
Meski begitu, soal evaluasi pilkada langsung, partainya akan tetap mengkajinya. Sehingga bisa dicari sistem yang terbaik.
“Kita mengkajinya. kita mencari sistem yang terbaik lah. Agar pilkada ini betul-betul bisa melahirkan pemimpin yang terbaik di daerah,” kata Ace.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menilai perlu dilakukan riset dan kajian akademik soal pelaksanaan pilkada langsung. Kalau pun dianggap positif maka tetap harus diperbaiki hal negatifnya.
“Survei. Laksanakan riset akademik. Reset akademik tentang dampak negatif dan positif pemilihan pilkada langsung. Kalau dianggap positif, fine. Tapi bagaimana mengurangi dampak negatifnya? Poltiik biaya tinggi, bayangin,” kata Tito.
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
FOTO22/07/2026 22:00 WIBFOTO: Bangun Paulus Tudungta Jalani Sidang Dugaan Pemerasan
-
JABODETABEK22/07/2026 20:00 WIBRefly Harun Ungkap Kronologi Dugaan Pemerasan Bangun Paulus terhadap VL
-
EKBIS22/07/2026 20:15 WIBKementerian PKP Sederhanakan Persyaratan Program Bedah Rumah, Tata Kelola Tetap Terjaga
-
POLITIK22/07/2026 18:30 WIBBawaslu Kampus Connect Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 20:35 WIBSidang Dugaan Pemerasan yang Dilakukan Oknum Pengacara Ditunda hingga 10 Agustus
-
DUNIA22/07/2026 18:00 WIBMedia AS: Trump Kesulitan Lindungi 50 Ribu Tentara
-
NASIONAL22/07/2026 19:00 WIBKuasa Hukum Sony Sonjaya Desak Kejagung Periksa Nanik S Deyang

















