Connect with us

DUNIA

Qatar: Negara Teluk Tak Bisa Terus Bergantung pada AS

Aktualitas.id -

Bendera Qatar

AKTUALITAS.ID – Kementerian Luar Negeri Qatar melontarkan pernyataan menohok terkait ketergantungan negara-negara Teluk terhadap perlindungan militer Amerika Serikat (AS). Meski menampung pangkalan militer AS terbesar di kawasan Timur Tengah, Qatar secara terbuka menegaskan bahwa kehadiran pasukan Negeri Paman Sam tidak lagi cukup untuk menjamin stabilitas kawasan.

Juru Bicaranya, Majed bin Mohammed Al Ansari, menyampaikan peringatan keras tersebut di tengah ajang Hili Forum di Uni Emirat Arab. Ia mendesak negara-negara di kawasan Teluk untuk segera membangun kemandirian keamanan daripada bergantung sepenuhnya pada aliansi internasional.

“Kita di kawasan Teluk perlu menyadari bahwa kehadiran pasukan internasional di kawasan ini serta aliansi strategis dengan Amerika Serikat memang sangat penting, namun itu saja tidak cukup,” tegas Majed.

BACA JUGA  Gabung Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On Jalani Persiapan Piala Asia U-23

Ia menambahkan bahwa kemandirian militer menjadi satu-satunya pilihan rasional bagi negara-negara Teluk saat ini.

“Ya, kita membutuhkan mitra. Ya, kita membutuhkan sekutu. Namun, kita tidak bisa hanya bergantung pada mereka demi keamanan kita,” lanjutnya.

Pernyataan tajam ini mengemuka di tengah kebuntuan konflik antara AS dan Iran yang sudah berlarut-larut selama enam bulan. Qatar berada di posisi serba salah, mengingat perannya sebagai mediator utama sekaligus korban dari gejolak geopolitik ini—infrastruktur energi vital serta wilayahnya kerap menjadi sasaran empuk serangan balasan.

Eskalasi kian memanas setelah Iran mengganggu jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, yang dibalas AS dengan aksi blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

BACA JUGA  Timnas U-23 Indonesia Siap Beraksi di Piala Asia U-23 2024

Sebagai bagian dari diplomasi tingkat tinggi, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani sempat menerobos kebuntuan dengan melawat langsung ke Teheran. Langkah diplomasi ini berjalan beriringan dengan wacana Iran dan Oman yang tengah menjajaki pembentukan koridor pelayaran sementara serta operasi pembersihan ranjau demi menyelamatkan jalur perdagangan dunia. (Mun)

TRENDING