NASIONAL
Ketua KPK: Proses Pengembalian Amplop Masih Diselidiki
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum memanggil Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni terkait pengembalian amplop berisi uang dolar Singapura yang diduga berasal dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby. Ketua KPK Setyo Budiyanto akhirnya membeberkan alasan di balik hal tersebut.
Setyo menjelaskan, tim penyidik saat ini masih fokus mendalami keterangan pihak-pihak terdekat yang mengurus proses pengembalian amplop tersebut, termasuk Staf Khusus Menhut, Andi Saiful Haq, meski yang bersangkutan sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan.
“Nanti setelah penyidik memberi laporan, baru bisa di-update apa yang akan dilakukan terhadap pihak penerima, terus proses pengembaliannya dan seterusnya. Cuman saya belum update apakah itu sudah diperiksa dan tindak lanjutnya seperti apa,” ujar Setyo kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Skandal ini bermula saat Bupati Suhardiman diduga memotong uang Sisa Hasil Usaha (SHU) milik petani untuk mengurus izin pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas di Kemenhut. Uang tersebut dikonversi ke dolar Singapura dan diserahkan saat audiensi bersama Menhut pada 2 June 2026.
Menhut Raja Juli berkali-kali mengklaim tak tahu isi amplop tertutup map tersebut dan langsung memerintahkan ajudannya mengembalikan uang via Polres Kuansing. Raja Juli juga sempat melaporkan gratifikasi tersebut ke KPK pada 3 Juli 2026, namun ditolak lantaran perkara sudah masuk ranah penyidikan.
Kejanggalan kian menguat setelah amplop tersebut justru ditemukan penyidik saat menggeledah rumah Ketua DPRD Kuansing, Juprizal. Tak hanya itu, nominal di dalam amplop terdeteksi menyusut dari semula SGD 14 ribu berdasarkan pengakuan petani, menjadi hanya SGD 12 ribu.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menegaskan tim lapangan masih mendalami selisih SGD 2.000 yang hilang serta detail pertemuan alih fungsi hutan tersebut. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka yakni Bupati Suhardiman Amby, Sekda Kuansing Zulkarnain, dan Dirut PT MIC Ardiles. (Bowo/Mun)
-
RIAU07/09/2026 14:15 WIBKasus Karhutla di Riau Bertambah, 49 Orang Jadi Tersangka dari 45 Perkara
-
DUNIA07/09/2026 18:00 WIBTrump Mau Hapus Nama Mexico dari Peta AS
-
NUSANTARA07/09/2026 14:30 WIBBGN Setop Sementara MBG di Sekolah Terdampak Erupsi Anak Krakatau
-
DUNIA07/09/2026 15:00 WIBIRGC Klaim Serang Kapal Induk AS di Dekat Hormuz
-
NUSANTARA07/09/2026 15:30 WIBAbu Anak Krakatau Mengarah ke 3 Kabupaten Ini
-
NASIONAL07/09/2026 20:00 WIBLunas: Jangan Sampai MBG Jadi Ladang Oknum
-
POLITIK07/09/2026 16:00 WIBRanny Fahd: Tambahan Anggaran Jangan Hanya Belanja Rutin
-
NASIONAL08/09/2026 10:00 WIBPrabowo Buka Wacana Gabungkan Badan Geologi dan BMKG

















