JABODETABEK
10 Ribu Pelajar SD di Jaksel Disuntik Vaksin DBD, Gunakan Vaksin Qdenga
AKTUALITAS.ID – Sebanyak 10 ribu pelajar Kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Jakarta Selatan bakal mendapat suntikan vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Sayid Ali mengatakan, program ini menyiapkan 20 ribu dosis vaksin Qdenga produksi Takeda Vaccines Inc.
“Sebanyak 10 ribu anak akan menerima dua dosis vaksin. Penyuntikan dilakukan dua tahap, dengan jeda tiga bulan,” ujarnya di Jakarta, Ahad (19/10/2025).
Sayid menjelaskan, vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya menekan angka kasus DBD di wilayah Jaksel yang masih cukup tinggi.
“DBD masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat tanpa memandang usia maupun status sosial,” tegasnya.
Pelaksanaan vaksinasi melibatkan 9 Puskesmas, 106 sekolah dasar, serta 10 rumah sakit rujukan di wilayah Jakarta Selatan. Pemerintah kota juga akan melakukan pemantauan aktif serta koordinasi lintas sektor agar kegiatan berjalan lancar.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman DBD.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga 22 September 2025 tercatat 7.274 kasus DBD di wilayah DKI Jakarta, dengan 12 korban meninggal dunia. (YAN KUSUMA/DIN)
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
FOTO22/07/2026 22:00 WIBFOTO: Bangun Paulus Tudungta Jalani Sidang Dugaan Pemerasan
-
JABODETABEK22/07/2026 20:00 WIBRefly Harun Ungkap Kronologi Dugaan Pemerasan Bangun Paulus terhadap VL
-
EKBIS22/07/2026 20:15 WIBKementerian PKP Sederhanakan Persyaratan Program Bedah Rumah, Tata Kelola Tetap Terjaga
-
POLITIK22/07/2026 18:30 WIBBawaslu Kampus Connect Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Pemilu
-
DUNIA22/07/2026 12:00 WIBPresiden Iran Deklarasikan ‘Perang Total’ Lawan AS
-
NUSANTARA22/07/2026 13:30 WIBBikin Geger! Gundukan Raksasa di Grobogan Ternyata Bukan Gunung Api
-
JABODETABEK22/07/2026 20:35 WIBSidang Dugaan Pemerasan yang Dilakukan Oknum Pengacara Ditunda hingga 10 Agustus

















