DUNIA
Komandan Hizbullah Tewas Dalam Serangan Israel di Lebanon
AKTUALITAS.ID – Gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel sejatinya telah berlaku sejak 27 November 2024, yang sebagian besar menghentikan bentrokan yang dipicu oleh perang Gaza.
Namun, tentara Israel terus melakukan serangan sesekali di Lebanon, dengan alasan operasi melawan “ancaman” Hizbullah. Tentara Israel juga mempertahankan pasukannya di lima posisi utama di sepanjang perbatasan Lebanon.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) dalam sebuah pernyataan mengatakan telah menyerang dan menewaskan seorang komandan senior Hizbullah di Lebanon selatan pada Jumat (24/10/2025).
Komandan logistik markas besar Front Selatan Hizbullah Abbas Hassan Karky tewas di daerah Nabatieh, Lebanon selatan, ungkap pernyataan itu.
Pernyataan tersebut mengklaim bahwa Karky memimpin upaya untuk membangun kembali kemampuan tempur Hizbullah dalam beberapa bulan terakhir.
“Dia juga bertanggung jawab membangun kembali struktur kekuatan organisasi itu serta mengelola pemindahan dan penyimpanan senjata di Lebanon selatan.”
Kantor berita nasional Lebanon, National News Agency melaporkan serangan udara Israel menargetkan sebuah kendaraan di sebuah jalan di Lebanon selatan pada Jumat.menewaskan Abbas Hassan Karky.
Seorang sumber keamanan Lebanon mengonfirmasi kepada Xinhua bahwa Karky merupakan pejabat Hizbullah, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
(Yan Kusuma/goeh)
-
DUNIA21/03/2026 00:00 WIBIran Izinkan Tiga Negara ini Melintasi Selat Hormuz
-
FOTO21/03/2026 11:11 WIBFOTO: Warga Gunakan Jalan Kawasan Jatinegara untuk Salat Idulfitri
-
NASIONAL20/03/2026 20:00 WIBMuhammadiyah Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan Lebaran
-
OTOTEK20/03/2026 19:30 WIBCara Bikin Teks Lebaran Warna-Warni di WhatsApp
-
JABODETABEK20/03/2026 20:30 WIBSalah Naik Motor, Pria Mabuk Diamuk Warga di Bogor
-
DUNIA20/03/2026 21:00 WIBIsrael Blokir Akses Al Aqsa Saat Idulfitri
-
NASIONAL20/03/2026 22:00 WIBKompolnas Kawal Ketat Transparansi Kasus Air Keras Aktivis KontraS
-
NASIONAL20/03/2026 23:00 WIBDPR Minta Kajian Mendalam Kebijakan WFH Imbas Harga Minyak

















