Connect with us

EKBIS

IHSG Awal Pekan Menguat 0,23 Persen ke Level 8.557

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, jelang penutupan tahun 2025. IHSG tercatat naik 0,23 persen ke level 8.557, mencerminkan sentimen positif pelaku pasar di penghujung tahun.

Penguatan IHSG ditopang oleh kinerja indeks saham unggulan LQ45 yang naik 0,34 persen ke level 849. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak indeks, di antaranya ANTM, INCO, SMRA, TLKM, dan ISAT, yang masuk jajaran top gainers pada pembukaan perdagangan.

Selain itu, indeks saham berbasis syariah juga menunjukkan pergerakan positif. Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,31 persen dan berada di level 577, menandakan minat investor terhadap saham syariah tetap terjaga.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun berada di level 6,2193 persen, relatif stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya. Stabilitas ini mencerminkan kondisi pasar surat utang domestik yang masih terjaga di tengah dinamika global.

Sementara itu, dari pasar global, yield US Treasury menunjukkan pergerakan beragam. Yield tenor 2 tahun turun ke level 3,483 persen, sedangkan yield tenor panjang 30 tahun naik ke 4,819 persen. Perbedaan arah ini mencerminkan perbedaan pandangan investor terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Tingkat volatilitas pasar masih berada di level rendah. Hal ini tercermin dari Volatility Index (VIX) yang berada di posisi 13,60, naik tipis 0,97 persen, mengindikasikan sentimen risiko global yang relatif terkendali.

Di pasar valuta asing, indeks dolar AS (DXY) menguat tipis ke level 98,02. Nilai tukar rupiah bergerak stabil di kisaran Rp16.745 per dolar AS, sementara kurs referensi JISDOR tercatat di level Rp16.767 per dolar AS. Adapun euro melemah 0,19 persen ke posisi 1,1772 terhadap dolar AS.

Penguatan IHSG di awal perdagangan ini menunjukkan optimisme investor yang masih terjaga menjelang penutupan tahun, seiring stabilnya kondisi pasar keuangan domestik dan global. (Firmansyah/Mun)

TRENDING