NUSANTARA
Semeru Siaga! Awan Panas Guguran Terjang Besuk Kobokan Sejauh 4.000 Meter
AKTUALITAS.ID – Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat (13/2/2026) pukul 20.02 WIB, mengeluarkan awan panas guguran sejauh 4 kilometer ke arah tenggara, tepatnya kawasan Besuk Kobokan.
Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyebutkan erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan durasi 3.560 detik. “Status Gunung Semeru masih Level III atau siaga,” ujarnya.
Erupsi terjadi dua kali, disertai kolom abu setinggi sekitar satu kilometer. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak guna menghindari risiko bahaya.
Selain itu, aktivitas guguran awan panas (APG) juga tercatat tiga kali pada hari yang sama: pukul 10.56 WIB sejauh 3.000 meter, pukul 14.22 WIB sejauh 2.500 meter, dan pukul 14.31 WIB sejauh 2.500 meter dari kawah puncak. “APG tidak berdampak pada pemukiman karena lokasinya jauh dari warga,” jelas Isnugroho.
BPBD meminta masyarakat selalu waspada, mengikuti arahan pihak berwenang, dan memantau informasi terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Api dan PVMBG. Aktivitas di sektor tenggara Besuk Kobokan sepanjang 13 km dari puncak dilarang sementara hingga kondisi dinyatakan aman. (Kusuma/Mun)
-
FOTO02/04/2026 07:50 WIBFOTO: Suasana Gedung DPR saat Efisiensi Energi
-
NASIONAL02/04/2026 06:00 WIBEks Menhub BKS Bantah Peras Kontraktor Rp5,5 Miliar Demi Kampanye
-
NUSANTARA02/04/2026 17:00 WIBReaksi Cepat Prajurit TNI Tangani Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
-
NASIONAL02/04/2026 11:00 WIBSahroni Sebut Kasus Air Keras ke Puspom TNI Sudah Benar
-
PAPUA TENGAH02/04/2026 11:15 WIBKurang dari 12 Jam, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Pencurian di Hotel 66
-
NASIONAL02/04/2026 10:00 WIBEddy Soeparno Puji Langkah Berani Presiden Prabowo Selamatkan Harga BBM
-
NASIONAL02/04/2026 16:30 WIBGugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan
-
PAPUA TENGAH02/04/2026 08:45 WIBKejari Mimika Tangani 261 Perkara, Penganiayaan dan Narkotika Mendominasi

















