Connect with us

RAGAM

Instagram Jaga Remaja Tidak Sakiti Diri Sendiri

Aktualitas.id -

Ilustrasi: Aplikasi Instagram. ( Instagram)

AKTUALITAS.ID – Ada cara baru untuk menjaga pengguna Instagram yang berusia remaja agar lebih aman dan tidak menyakiti dirinya sendiri.

Cara baru ini ialah dengan mengirimkan notifikasi khusus kepada orang tua apabila remaja berulang kali mencari konten yang berhubungan dengan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri dalam jangka waktu yang pendek.

Notifikasi ini menjadi proteksi baru dari fitur pemantauan orang tua di Instagram untuk akun remaja.

“Notifikasi ini didesain untuk memastikan bahwa orang tua menyadari jika anak remajanya berulang kali mencari konten sejenis (berbau mengakhiri diri sendiri atau menyakiti diri sendiri), dan diharapkan dapat menjadi sumber informasi sehingga mereka dapat memberikan dukungan kepada anaknya,” demikian pernyataan Instagram mengenai fitur ini, sebagaimana dalam blog Instagram, Jumat (27/2/2026).

Bagi orang tua yang telah menggunakan fitur pemantauan untuk akun remajanya, notifikasi ini akan didapatkan orang tua melalui beberapa akses yaitu email, pesan teks, atau WhatsApp tergantung dari informasi kontak yang tersedia.

Apabila notifikasi diterima, orang tua juga akan diarahkan ke sumber-sumber yang telah dirancang membantu mereka melakukan pendekatan kepada remajanya untuk membahas obrolan yang sensitif itu.

Layanan ini akan tersedia secara bertahap dimulai pada pekan depan di AS, Inggris, Australia, dan Kanada. Nantinya untuk kawasan-kawasan lainnya akan dapat mengakses fitur tersebut di akhir tahun ini.

Selain mengirimkan notifikasi kepada orang tua, sebenarnya Instagram juga sudah melakukan pencegahan untuk akun-akun remaja apabila terindikasi berulang kali mencari konten berbau mengakhiri hidup atau menyakiti diri sendiri.

Secara khusus untuk akun remaja, Instagram memblokir pencarian untuk istilah-istilah yang terkait dengan mengakhiri hidup dan menyakiti diri sendiri.

Sebagai gantinya ketika istilah-istilah itu dicari, Instagram akan mengarahkan pengguna ke layanan bantuan pencegahan maupun ke layanan dukungan kesehatan mental.

(Yan Kusuma/goeh)

TRENDING