RAGAM
Gejala Campak Diawali Flu Biasa dan Panas Tinggi
AKTUALITAS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang telah mengeluarkan imbauan bagi anak-anak yang mengalami gejala campak untuk tidak berangkat ke sekolah guna mencegah penularan lebih luas karena adanya lonjakan kasus pada awal tahun 2026.
Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni mengatakan penularan campak tidak hanya terjadi melalui kontak langsung, tetapi juga lewat udara dari percikan batuk dan bersin
Dokter umum RS Sari Asih Cipondoh dr. Putri Mutiara Sari mengatakan gejala campak sering kali menyamar sebagai flu biasa di tahap awal diikuti panas tinggi dan biasanya baru muncul tujuh hingga 14 hari setelah anak terpapar virus.
Ia menambahkan setelah flu menyerang anak, kemudian diikuti kombinasi gejala lainnya seperti demam drastis yang bisa melonjak tajam hingga menyentuh angka 40°C. Lalu gejala pernapasan dan mata dengan kondisi batuk kering, hidung tersumbat serta mata yang memerah dan berair.
Gejala lainnya adalah bintik koplik sebagai tanda khas di area dalam mulut yakni pipi bagian dalam. Jika ada bintik putih keabu-abuan dengan dasar merah maka itu sebagai tanda kuat campak yang muncul 1-2 hari sebelum ruam luar terlihat.
“Sedangkan untuk ruam merah yang menyebar biasanya muncul pertama kali di area wajah dan belakang telinga, lalu turun menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki dalam waktu sekitar satu minggu,” kata dr. Putri Mutiara Sari di Tangerang Sabtu (7/3/2026).
Apabila telah diketahui terdiagnosis campak, maka fokus utama adalah menjaga kenyamanan dan mempercepat pemulihan dengan istirahat total dan Isolasi untuk memutus rantai penularan.
Cegah dehidrasi sebab demam tinggi dan sariawan sering membuat anak malas minum. Pemberian air putih, sup hangat atau jus buah secara rutin. Lalu diikuti juga pemberian obat penurun panas sesuai anjuran dokter. “Hindari penggunaan aspirin pada anak karena risiko komplikasi fatal,” katanya.
Tetapi jika demam tinggi tak kunjung reda dalam tiga hari maka segera membawa anak ke dokter. Hal lain yang penting untuk segera dirujuk ke fasilitas kesehatan adalah bibir sangat kering, jarang buang air kecil. Gangguan pernapasan seperti sesak napas atau nyeri dada. Lalu anak tampak sangat lemas, tidak sadar, atau mengalami kejang.
“Tanpa penanganan medis yang tepat, campak dapat berkembang menjadi infeksi telinga, paru-paru basah hingga ensefalitis radang otak,” katanya.
(Purnomo/goeh)
-
RAGAM07/03/2026 10:00 WIBPemerintah Blokir Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret
-
EKBIS06/03/2026 22:00 WIBTASPEN Salurkan THR 3,2 Juta Pensiunan Tanpa Potongan
-
NASIONAL07/03/2026 06:00 WIBDiduga Lakukan Pencabulan, BGN Pecat Kepala SPPG Lampung Timur
-
JABODETABEK07/03/2026 06:30 WIBHujan Deras Picu Longsor di Kebon Baru Tebet
-
POLITIK07/03/2026 07:00 WIBPSHK: Revisi UU Pemilu Jangan Jadi Bancakan Elite Politik
-
DUNIA06/03/2026 21:00 WIBIran Sebut Invasi Darat AS akan Berujung Malu Besar
-
JABODETABEK07/03/2026 08:30 WIBBegal di Taman Galaxy Bekasi Tersungkur Ditabrak Suami Korban
-
OASE07/03/2026 05:00 WIBSurah Al-Ghashiyah: Kengerian Hari Kiamat dan Nasib Dua Golongan Manusia

















