Connect with us

NASIONAL

Jokowi Bungkam Soal AHY dan Puan Disebut Koordinator Isu Ijazah

Aktualitas.id -

Ilustrasi foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo memilih tidak berspekulasi terkait beredarnya isu yang menyeret sejumlah tokoh sebagai koordinator penyebaran tudingan ijazah palsu atas dirinya.

Isu tersebut turut menyebut nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta tokoh masyarakat Habib Rizieq Shihab.

Saat ditemui di kediamannya di Solo, Jumat (3/4/2026), Jokowi menegaskan tidak ingin menanggapi lebih jauh tuduhan yang beredar di ruang publik tersebut.

“Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapa pun. Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan apa adanya,” ujar Jokowi.

Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu menekankan bahwa dirinya memilih menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada mekanisme hukum yang sedang berjalan.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan sikap Jokowi yang konsisten sejak awal mencuatnya polemik tudingan ijazah palsu yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.

Ketika ditanya terkait dugaan keterlibatan Rismon Sianipar, Jokowi juga enggan memberikan tanggapan. Ia justru mempersilakan awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak yang bersangkutan.

“Ya tanyakan ke dia,” katanya singkat.

Isu mengenai adanya koordinator penyebaran tudingan ijazah palsu mencuat setelah beredarnya sebuah video di platform YouTube. Video tersebut menarasikan adanya peran sejumlah tokoh dalam mengatur alur penyebaran informasi ke publik.

Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa penyebaran isu tersebut harus melalui persetujuan pihak tertentu yang disebut sebagai koordinator utama. Namun, hingga kini belum ada bukti resmi yang menguatkan klaim tersebut.

Situasi ini menunjukkan bagaimana isu sensitif di ruang digital dapat dengan cepat berkembang dan menyeret berbagai pihak. Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat menelusuri kebenaran informasi tersebut guna menjaga stabilitas serta kepercayaan publik. (Bowo/Mun)

TRENDING