DUNIA
Mencekam! 3 Kapal Induk AS Kepung Iran dari Laut Merah
AKTUALITAS.ID – Amerika Serikat mengerahkan tiga kapal induk di kawasan Timur Tengah dan sekitar Iran, menandai salah satu konsentrasi kekuatan militer terbesar dalam dua dekade terakhir. Situasi ini memicu kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.
Tiga kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang terlibat dalam operasi ini adalah USS George H W Bush, USS Abraham Lincoln, dan USS Gerald R Ford. Ketiganya ditempatkan di sejumlah titik strategis yang mengelilingi wilayah Iran.
Kapal induk terbaru yang tiba adalah USS George H W Bush. Kapal kelas Nimitz tersebut dilaporkan memasuki wilayah operasi Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Kamis (23/4/2026).
CENTCOM menyatakan USS Bush kini resmi berada dalam area tanggung jawab operasi militer Amerika di Timur Tengah. Dalam unggahan resminya, tampak dek kapal dipenuhi pesawat tempur, menandakan kesiapan operasional tinggi.
Sementara itu, USS Gerald R. Ford dilaporkan beroperasi di Laut Merah, dan USS Abraham Lincoln berada di kawasan sekitar yang sama, memperkuat posisi militer AS di wilayah tersebut.
Seorang pejabat AS mengungkapkan, saat ini Washington juga menempatkan sedikitnya 19 kapal perang lain di Timur Tengah dan tujuh kapal tambahan di Samudra Hindia. Jumlah ini belum termasuk kapal pengawal USS George H W Bush.
Jika pengerahan USS Bush merupakan tambahan baru dan bukan bagian dari rotasi rutin, maka kekuatan ini menjadi salah satu konsentrasi militer terbesar sejak invasi Irak pada 2003.
Ketegangan meningkat seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan tindakan tegas terhadap aktivitas Iran di Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya, Trump meminta Angkatan Laut AS untuk menghancurkan kapal yang diduga menebar ranjau di jalur strategis tersebut.
Selain itu, ia juga memerintahkan operasi penyisiran ranjau untuk ditingkatkan hingga tiga kali lipat guna menjamin keamanan jalur pelayaran internasional.
Langkah ini diambil di tengah belum adanya kepastian terkait penyelesaian konflik antara AS dan Iran, serta mandeknya upaya negosiasi lanjutan.
Pengerahan besar-besaran ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam status siaga tinggi. Para pengamat menilai, langkah AS dapat menjadi sinyal kuat tekanan militer terhadap Iran, sekaligus meningkatkan risiko konflik terbuka di wilayah tersebut. (Mun)
-
RIAU29/07/2026 00:01 WIBPolisi Tahan Tengku Fauzi dalam Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Satpol PP
-
RIAU28/07/2026 23:00 WIBBupati Kasmarni Raih Penghargaan pada Milad ke-51 MUI Bengkalis
-
EKBIS28/07/2026 23:25 WIBPRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 60 Brand Global dan Peluang Bisnis Industri AVL
-
FOTO29/07/2026 17:00 WIBFOTO: Kampanye Pariwisata Malaysia di Rangkaian KAI Commuter
-
NASIONAL28/07/2026 22:30 WIBMenteri LH Jumhur: Gerakan Tobat Nasional Ekologis Segera Diluncurkan, Libatkan Mahasiswa dan Masyarakat
-
POLITIK29/07/2026 11:00 WIBBawaslu: Ancaman Terbesar Pemilu Kini Bukan Lagi di TPS
-
OLAHRAGA28/07/2026 21:30 WIBChelsea vs AC Milan, Luka Modric dan Cole Palmer Siap Tampil di Stadion GBK
-
NASIONAL29/07/2026 11:45 WIBOperasi Senyap KPK Berujung Penangkapan Bupati Pemalang

















