Berita
IHSG Anjlok ke 6.599
AKTUALITAS.ID – Pasar saham Indonesia kembali dibuka dengan tekanan hebat! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjerembab ke zona merah pada awal perdagangan Selasa (19/5/2026), memperpanjang tren pelemahan yang sudah terjadi selama lima hari berturut-turut.
Mengacu data perdagangan pagi, IHSG dibuka melemah ke level 6.599,213 sebelum terus tergelincir hingga menyentuh level 6.575,822 sekitar pukul 09.25 WIB.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks sempat bergerak di level tertinggi 6.613 dan terendah 6.560 pada awal sesi perdagangan.
Tekanan jual terlihat masih mendominasi pasar. Sebanyak 240 saham tercatat melemah, sementara 327 saham menguat dan 153 saham bergerak stagnan.
Nilai transaksi pasar pun langsung menembus Rp2,7 triliun dengan volume perdagangan mencapai 5,9 miliar saham hanya dalam waktu singkat setelah pasar dibuka.
Situasi ini membuat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turun ke kisaran Rp11.481 triliun.
Meski IHSG dibuka memerah, sejumlah sektor justru masih menunjukkan perlawanan dan menjadi penopang indeks. Sektor kesehatan mencatat lonjakan tertinggi hingga 2,27 persen, disusul sektor teknologi yang naik 0,94 persen.
Selain itu, sektor barang konsumen primer menguat 0,89 persen, sektor industri naik 0,34 persen, dan sektor properti bertambah 0,29 persen.
Sementara indeks saham unggulan seperti LQ45 dan IDX30 juga masih mampu bertahan di zona hijau.
Namun tekanan besar masih membayangi sejumlah sektor utama. Sektor transportasi menjadi yang paling terpukul dengan koreksi tajam mencapai 1,80 persen. Infrastruktur ikut melemah 0,48 persen, sementara sektor konsumer nonprimer dan bahan baku juga bergerak negatif.
Untuk indeks saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 0,35 persen dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,01 persen.
Meski suasana pasar masih dibayangi aksi jual, sejumlah analis menilai IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah terkoreksi dalam lima sesi perdagangan berturut-turut.
Pelaku pasar kini menanti sentimen baru yang mampu mengangkat kembali kepercayaan investor di tengah tekanan global dan volatilitas pasar keuangan yang masih tinggi. (Firman/Mun)
-
RIAU18/05/2026 15:43 WIBKorporasi Sawit Raksasa PT Musim Mas Jadi Tersangka, Kerugian Lingkungan Rp187,8 Miliar
-
RIAU18/05/2026 14:47 WIBDukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Kota Tinggi Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong
-
NASIONAL18/05/2026 16:00 WIBSengketa Warisan Raden Nangling, Ruri Jumar Saef Bongkar Fakta vs Rekayasa
-
OLAHRAGA18/05/2026 17:30 WIBSelangkah Lagi Persib Bandung Juara Super League
-
EKBIS18/05/2026 18:00 WIBPurbaya: Ekonomi RI Stabil dan Defisit APBN Terkendali
-
POLITIK18/05/2026 14:00 WIBIdham Holik Tegaskan Kampus Kunci Selamatkan Demokrasi RI
-
PAPUA TENGAH18/05/2026 21:30 WIBPengurus Laskar Merah Putih Markas Daerah Papua Tengah Resmi Dilantik
-
NUSANTARA18/05/2026 14:30 WIBPimpinan Ponpes di Garut Diduga Cabuli Santriwati

















