Berita
Trump: Uranium Iran Harus Diserahkan atau Dimusnahkan
\AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait program nuklir Iran, dengan memberikan dua pilihan terkait stok uranium yang telah diperkaya.
Trump menegaskan Iran harus menyerahkan uranium yang diperkaya kepada Amerika Serikat untuk kemudian dimusnahkan, atau dilakukan pemusnahan langsung di lokasi dengan pengawasan pihak terkait.
“Uranium yang telah diperkaya akan segera diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dimusnahkan, atau dimusnahkan di lokasi melalui kerja sama dan pengawasan lembaga terkait,” tulis Trump melalui akun Truth Social, Senin (25/5/2026) malam waktu AS.
Pernyataan tersebut muncul di tengah mandeknya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari.
Isu pengayaan uranium menjadi salah satu titik paling sensitif dalam negosiasi kedua negara. Amerika Serikat menuntut penghentian total program pengayaan uranium Iran, sementara Teheran menolak jika hal itu menjadi syarat awal perundingan damai.
Menurut laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), International Atomic Energy Agency, Iran saat ini memiliki sekitar 970 pon uranium yang diperkaya hingga tingkat 60 persen, yang dinilai mendekati level bahan baku senjata nuklir.
Pemerintah AS disebut menginginkan moratorium pengayaan uranium dalam jangka panjang, sementara Iran hanya bersedia menghentikannya dalam periode yang lebih singkat serta tetap mempertahankan hak pengayaan untuk tujuan sipil.
Dalam laporan yang dikutip media internasional, para pejabat AS menilai isu stok uranium menjadi elemen kunci dalam rancangan kesepakatan terbaru yang tengah dibahas.
Namun, detail teknis mengenai mekanisme penyerahan atau pemusnahan uranium masih menjadi perdebatan dalam putaran negosiasi berikutnya.
Sementara itu, pihak Iran dilaporkan sempat menolak membahas isu cadangan uranium di tahap awal perundingan dan ingin fokus pada penghentian konflik serta isu geopolitik lain.
Negosiasi disebut masih berlangsung melalui jalur tidak langsung dengan mediator, namun AS menegaskan akan menghentikan perundingan jika tidak ada kesepakatan awal terkait pengelolaan stok uranium tersebut.
Situasi ini kembali meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran di tengah upaya internasional untuk meredakan konflik berkepanjangan di kawasan tersebut. (Mun)
-
EKBIS11/07/2026 01:00 WIBAPERSI Siap Perkuat Tata Kelola Organisasi untuk Dukung Program Tiga Juta Rumah
-
JABODETABEK11/07/2026 05:30 WIBAkhir Pekan Cuaca di Jakarta Dipanggang Panas
-
NASIONAL11/07/2026 15:00 WIBRudi Margono Resmi Gantikan Febrie Adriansyah Jadi Jampidsus
-
NUSANTARA11/07/2026 12:30 WIBEmbun Beku Lumpuhkan Pertanian Dieng
-
JABODETABEK11/07/2026 06:30 WIBPolisi Buka SIM Keliling di Lima Titik Jakarta
-
NASIONAL11/07/2026 07:00 WIBEddy Soeparno: SRUK Tak Cukup Tanpa Regulasi Kuat
-
NASIONAL11/07/2026 04:00 WIBDrama di Kejagung! Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus
-
POLITIK11/07/2026 11:00 WIBDPR Pastikan Seleksi KPU-Bawaslu Pakai UU Lama

















