NUSANTARA
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 17 Juni
AKTUALITAS.ID – Masyarakat pesisir, nelayan, hingga operator kapal diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah perairan Indonesia hingga 17 Juni 2026.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Sejumlah wilayah laut diprediksi mengalami gelombang setinggi 1,25 meter hingga mencapai 4 meter, kondisi yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran dan perikanan.
Perhatian terbesar tertuju pada wilayah Samudera Hindia selatan Jawa Timur yang diperkirakan menghadapi gelombang tertinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi tersebut dipicu oleh pola angin yang cukup kuat di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi terjadi di Laut Banda dan Laut Arafuru, yang turut memicu peningkatan tinggi gelombang di berbagai kawasan perairan.
Sejumlah wilayah yang diperkirakan mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter meliputi perairan barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, hingga perairan selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT.
Tak hanya itu, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, hingga Laut Arafuru juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai.
Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas nelayan tradisional, kapal penumpang, kapal barang, hingga pelaku wisata bahari yang beroperasi di wilayah terdampak.
Gelombang tinggi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut apabila pelayaran tetap dipaksakan tanpa memperhatikan kondisi cuaca dan peringatan resmi.
BMKG mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut untuk terus memantau perkembangan cuaca dan tinggi gelombang sebelum melakukan perjalanan.
Bagi nelayan dan masyarakat pesisir, kewaspadaan menjadi hal mutlak dalam beberapa hari ke depan. Perubahan cuaca yang cepat dan kondisi laut yang tidak bersahabat dapat meningkatkan potensi bahaya di perairan terbuka.
Dengan masih kuatnya aktivitas angin di sejumlah kawasan, ancaman gelombang tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan pekan ini.
Masyarakat yang berencana melakukan aktivitas di laut diimbau tidak mengabaikan peringatan dini yang telah dikeluarkan BMKG. Sebab, dalam kondisi tertentu, gelombang tinggi bukan hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa.
Kini perhatian tertuju pada bagaimana para pelaku pelayaran dan masyarakat pesisir mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem tersebut agar tidak berujung pada insiden yang tidak diinginkan. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL19/06/2026 10:00 WIBMengapa KPK Tak Berani Periksa Utusan Khusus Presiden Ini?
-
FOTO19/06/2026 11:32 WIBFOTO: Pertamina Grand Prix 2026 Siap Digelar di Mandalika
-
NUSANTARA19/06/2026 13:00 WIBBMKG Puncak Kemarau 2026 Juli September
-
POLITIK19/06/2026 07:00 WIBDasco: Garda Prabowo Bukan Bagian dari Gerindra
-
JABODETABEK19/06/2026 08:30 WIBKomplotan Rampok Menteng Hujam Leher Korban 7 Kali demi Emas 500 Gram
-
POLITIK19/06/2026 11:00 WIBPDIP Siap Dukung Prabowo Jika Kebijakan Pro Rakyat
-
POLITIK19/06/2026 09:00 WIBPKB Desak PDIP Tentukan Sikap Politik
-
EKBIS19/06/2026 09:30 WIBIHSG Sempat Bangkit, Lalu Balik Melemah

















