OASE
Bulan Muharram Bulan Allah Penuh Keajaiban
AKTUALITAS.ID – Bulan Muharram kembali hadir membawa pesan besar bagi umat Islam. Bukan sekadar penanda pergantian tahun Hijriah, Muharram merupakan bulan yang sarat dengan sejarah agung, mukjizat para nabi, dan janji keberkahan yang luar biasa.
Tak banyak yang menyadari bahwa sejumlah peristiwa paling monumental dalam sejarah kenabian diyakini terjadi pada bulan yang disebut Rasulullah SAW sebagai “Syahrullah” atau Bulan Allah ini.
Di bulan Muharram, Nabi Musa AS diselamatkan dari kejaran Fir’aun ketika Laut Merah terbelah atas izin Allah SWT. Di bulan yang sama, taubat Nabi Adam AS diterima setelah diturunkan dari surga.
Tak hanya itu, Nabi Nuh AS selamat dari banjir dahsyat, Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari kobaran api Raja Namrud, Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan, hingga Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara.
Rangkaian kisah tersebut memperlihatkan satu benang merah yang kuat: Muharram adalah bulan pertolongan Allah dan pembebasan dari kesulitan.
Karena itulah banyak ulama menyebut Muharram sebagai momentum kebangkitan spiritual dan kemerdekaan dari berbagai bentuk keterpurukan.
Allah SWT sendiri memberikan kedudukan istimewa kepada Muharram dengan menjadikannya sebagai salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci yang dimuliakan.
Dalam Surah At-Taubah ayat 36, Allah mengingatkan agar manusia tidak menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan tersebut.
Keistimewaan Muharram semakin terasa pada tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura.
Hari ini dikenal sebagai salah satu hari paling mulia dalam kalender Islam. Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umatnya menjalankan puasa Asyura yang memiliki keutamaan luar biasa.
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa puasa Asyura dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.
Keutamaan ini menjadikan Muharram sebagai salah satu momentum terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan memulai lembaran kehidupan yang lebih baik.
Di tengah berbagai tantangan hidup modern, pesan Muharram terasa semakin relevan.
Bulan ini mengajarkan bahwa tidak ada kesulitan yang abadi. Sebagaimana Allah menyelamatkan para nabi dari ujian yang tampak mustahil, pertolongan-Nya juga selalu terbuka bagi hamba yang mau kembali kepada-Nya.
Muharram bukan sekadar pergantian angka dalam kalender.
Muharram adalah pengingat bahwa setelah kesulitan selalu ada jalan keluar, setelah ujian selalu ada pertolongan, dan setelah kesalahan selalu ada pintu taubat yang terbuka.
Pertanyaannya sekarang, ketika Allah kembali mempertemukan kita dengan Muharram, apakah kita hanya menjadikannya sebagai rutinitas tahunan, atau benar-benar memanfaatkannya sebagai momentum perubahan hidup menuju yang lebih baik? (Mun)
-
RAGAM23/09/2026 22:00 WIB15 Daerah Kalimantan Punya Payung Hukum Baru
-
NASIONAL23/09/2026 20:00 WIBDPR Dorong BUMN Tekstil Bangun Kekuatan dari Hulu
-
NASIONAL24/09/2026 06:00 WIBGILA! Ombudsman Temukan ‘Apartemen Sultan’ di Dalam Lapas Cibinong
-
OTOTEK24/09/2026 14:30 WIBMalware Baru RatHat Bikin HP Tak Lagi Aman
-
DUNIA24/09/2026 15:00 WIBChina Sinyal J-36 Dibekali Laser Tempur
-
Berita23/09/2026 19:30 WIBPTIQ Jakarta Wisuda 1.005 Lulusan, Nasaruddin Umar Tekankan Pengabdian kepada Masyarakat
-
POLITIK24/09/2026 09:00 WIBDemokrat Nilai Wacana Capres 2 Fraksi Ideal
-
DUNIA24/09/2026 00:00 WIBGedung Putih Luncurkan Trump TV

















